BeritaOpini

TPS FBS MENDADAK DITUTUP

Pemilihan raya (Pemira) di Fakultas Bahasa dan Seni Univeritas Negeri Medan menjadi kontroversial sebab ditutupnya pemilihan sekitar pukul 13.30 Wib. Padahal sebelumnya disebutkan pemilihan ini akan dilanjutkan usai sholat jumat.

“Pemilihan dimulai setelah pelepasan atribut Mahasiswa Baru (sergam hitam, putih, dan oren) dari pukul 08.30 sampai pukul 11.50 dan dilanjutkan kembali usai sholat jumat. Jadi, bagi yang mengantri tetap kami ambil KTM nya. Tetapi, sebelum waktu sholat jumat, keadaan tidak kondusif, ramai dan banyak terjadi kecurangan. Teman-teman KPU juga tidak banyak, sehingga susah untuk mengendalikannya. Salah satu panitia mengatakan kepada saya, ada salah seorang kandidat yang mengumpulkan KTM massanya, kemudian mencampakkannya ke tempat pengumpulan KTM yang disediakan panitia. Kecurangan lainnya, ada yang mencoblos surat suara padahal TPS sudah ditutup. Jadi, untuk menjaga kestabilan dan keadilan, akhirnya pemilihan ini kami tutup. Sehingga tidak ada pencoblosan lagi. Surat suara yang sah adalah surat suara yang berada di dalam kotak suara. Sedangkan surat suara yang dibakar tadi adalah surat suara yang seharusnya digunakan untuk pemilihan di jam 2 ini. Tapi karna pemilihan sudah ditutup, makanya surat suara ini kami bakar” ujar Jaka (Ketua KPU) saat dimintai keterangan.

Teriakan kemarahan masih terdengar di Pendopo Tari, Fakultas Bahasa dan Seni Unimed.
Para Mahasiswa yang gagal menyuarakan suaranya terlihat sedang mengerumuni salah seorang yang mengenakan almamater Unimed yang ternyata merupakan salah satu anggota KPU Pemira FBS.

“Bagaimana ini bang, jadi kami tidak menggunakan hak suara kami? Tadi dijanjikan akan dibuka kembali pukul 13.30. Tapi ini katanya pemilihan udah ditutup.” terdengar salah satu Mahasiswi menyerukan.

“Ada kecurangan yang dilakukan oleh salah satu oknum yang menyebabkan pemilihan ini kami tutup. Kami tidak mengetahui siapa pelakunya. Sehingga untuk menjaga keadilan dan kejujuran Pemira, kami tutup pemilihan ini sekarang” jawabnya.

Jaka ketua KPU juga menuturkan “Kami juga mengakui kesalahan dari KPU yang kurang melakukan persiapan dan kurangnya koordinasi.”

Reporter : Nurus Syahri Nasution
Editor : Nia Audina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close