Berita
Viral

Soekirman : Sosok “Zero Conflict Leader”

PATRON Institute bekerja sama dengan Sergai Youth Forum (SYF) menyelenggarakan acara Talkshow yang mengusung Tema “Zero Conflict Leader” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN-SU. Pemateri dalam acara Talkshow ini yaitu Ir.H.Soekirman (Bupati Kabupaten Serdang Bedagai) dan Faisal Riza (Pemikir Politik Islam) serta dipandu oleh Indira Fatrah Deni sebagai Master Of Ceremony (MC). Turut hadir dalam acara ini, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN-SU, Drs. Brata Efi Brata Madya, M.Si serta seluruh Mahasiswa se- Sumatera Utara.

Fajar Siddik, selaku Direktur Eksekutif PATRON mengatakan bahwa Bapak Soekirman adalah salah satu tokoh yang diorbitkan bukan karena finansial, melainkan dedikasinya di masyarakat. Hal ini terlihat dari sumbangsih Beliau yang membuat mesin air bersih di Kecamatan Kotarih pada saat Beliau berusia 25 tahun. Selain itu, Kabupatan Serdang Bedagai berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Literasi terbaik peringkat pertama tingkat nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) di Jakarta pada 2017.

“Salah satu evaluasi kerja adalah dengan adanya konflik. Namun jika terlalu banyak konflik tanpa evaluasi, maka yg terjadi adalah bumi hangus” ujar Faisal Riza selaku pengamat politik
H. Soekirman, selaku Bupati Kabupaten Serdang Bedagai yang dianggap sebagai “Zero Conflict Leader” oleh PATRON Institute mengatakan Ada 6 Faktor yg bisa memperkecil konflik, yaitu : Chemistry, Popularitas, Integritas, Kapasitas (Jiwa Pemimpin), Elektabilitas, dan Isitas (Dana). Beliau juga mengatakan bahwa ada 5 Penyebab konflik yaitu: Partai politik yang mengusung, Relawan, Birokrasi (Protokoler, Humas, Kepala Bagian Rumah Tangga), Keluarga, Gubernur / Pemerintahan atas. Lalu, Bagaimana cara mengatasinya?. H. Soekirman menjawab ada tiga cara yang dapat mengatasi 5 penyebab konflik tersebut yaitu : Niat, Keikhlasan dan Motivasi.

Untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan finansial dan sosial. Jangan sampai yang menjadi seorang pemimpin hanya memiliki finansial saja. Karena jika itu terjadi, Negara ini hanya akan dipimpin oleh orang yang memiliki finansial saja namun kosong dalam sosial .

Penulis: Nurus Syahri & Laila Barkah.

Tag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cek juga

Close
Close