Kreatifonline.com– Berlokasi di jantung provinsi Sumatera Utara, Medan, Unimed merupakan salah satu universitas yang cukup terbuka akan perkembangan zaman. Universitas berjargon “The Character Building University” ini mempersiapkan peserta didiknya pengenalan serta penggunaan IT di dalam kampus. Hal ini juga dimaksud agar kecakapan tersebut bisa diaplikasikan diluar nantinya, dengan kata lain pada saat terjun sebagai pengajar.
Pada awal proses perkuliahan semester genap, awal Februari 2014, mahasiswa dan dosen dipertontonkan keadaan kelas yang lebih terintegrasi akan teknologi. Pasalnya hampir setiap ruangan yang ada di Unimed, kini memiliki sebuah proyektor. Sekilas, alat untuk membuat proyeksi itu memang tak memiliki kelebihan yang khusus dibanding apa yang digunakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Jika melihat ke belakang, penggunaan media pembelajaran yang satu ini terkesan kurang fleksibel dan individual. Proyektor yang ada memfasilitasi penggunanya kabel yang harus selalu terhubung ke komputer atau laptop. Hal ini mengakibatkan laptop yang menjadi sumber (input) proyeksi tidak dapat dipindahkan sesuka hati. Panjangnya kabel hub menjadi penentu jarak terjauh. Individual, dikatakan demikian karena sebuah proyektor hanya dapat digunakan oleh satu laptop atau komputer saja. Pada saat tertentu, semisal presentasi oleh beberapa kelompok sekaligus atau diskusi panel akan muncul sebuah masalah baru. Kelompok atau pemateri harus bersedia melepas dan memasukkan (plug and play) kebel proyektornya. Demikian pula untuk kelompok yang lain dan seterusnya. Penggunaan waktu kemudian menjadi kurang efektif.
Kini, di awal tahun 2014, Unimed hadir dengan proyektor generasi baru. WPS (Wireless Presentation System) dengan kemampuan jaringan tanpa kabelnya yang memungkinkan pengguna untuk lebih leluasa memainkan laptopnya. Seorang pengguna tidak lagi harus selalu berada di depan atau di dekat proyektor. Uniknya lagi, WPS dapat digunakan oleh empat pengguna sekaligus. Proyeksi yang tampak di layar, dapat di sesuaikan oleh pengatur diskusi (Conference Control). Tampilan dilayar bisa merupakan proyeksi dari laptop 1, 2, 3, 4, dan secara serentak kempat sumber (input) dapat di tampilkan.
Kehadiran smartphone (iOS dan Android) tampaknya menarik perhatian pembuat WPS. Selain dihadirkan untuk sistem operasi (Windows dan Macintosh) Smartphone juga di beri kesempatan yang sama untuk bisa terintegrasi dengan alat yang satu ini.
Berbicara tentang presentasi, ada beberapa kalangan yang biasanya mebubuhkan suara (audio) dalam medianya. Ini mengakibatkan seorang narasuber, pembicara atau pemateri harus mempersiapkan pengeras suara (speaker). Tapi, itu untuk proyektor tipe yang “kemarin”. Wireless Presentation System dibekali speaker mungil yang bisa membantu. Bagi pengguna Windows XP haruslah menginstal “VAC.exe” (Virtual Audio Control) terlebih dahulu. Sejalan dengan apa yang dilakukan terhadap Windows XP, Macintosh juga diharapkan menginstal “Soundflower.mpkg” (MAC system extension for audio using). Untuk kedua software ini, WPS sendiri menyediakannya di alamat web WPS. Berbeda dengan XP juga Macintosh, sistem operasi Windows Vista, 7, dan 8, bisa menjalankan suara tanpa harus terlebih dahulu menginstal program tambahan.
WPS mendukung proyeksi yang lebih baik berkualitas tinggi. Namun, perlu diingat bahwa menggunakan opsi yang satu ini membuat tampilan di layar sedikit lambat.
Keunggulan lain yang dimiliki WPS. tanpa adanyanya kabel, WPS sudah mempersiapkan aplikasinya di alamat IP yang tertera di layar. IP yang default WPS adalah 192.168.100.10. Sebuah computer yang belum memiliki aplikasi untuk menjalankan WPS bisa dengan mudah menghubungkan (connect) wireless ke proyektor terdekat dengannya. Selanjutnya, setelah membuka browser memasukkan alamat IP yang tertera di layar. Nantinya, akan diarahkan langsung web WPS dimana pengguna dapat dengan bebas mengunduh sesuai dengan tipe Sistem Operasi yang digunakan.
Setelah programnya di unduh kini saatnya menjalankan aplikasi tersebut. Tampilan awal yang cukup mudah dipahami, tentu membuat pengguna tidak menghawatirkan ilmu teknologinya yang mungkin masih kurang. Ketika aplikasi terbuka, maka akan muncul kotak Login. Cukup memasukkan server IP juga Login Code dan nama pengguna yang tertera di layar, langsung klik OK dan desktop kini ada di layar.
Ahmad Yudi, seorang dosen FBS Unimed mengatakan “Kehadiran WPS di lingkungan kampus menjadikan dosen dan mahasiswa tidak lagi disibukkan oleh pasang dan lepas kabel. Selain itu WPS juga efektif guna menjadikan dosen “melek” IPTEK dan dipacu mengikuti perkembangan zaman terkhusus IT.” Beliau juga berharap agar mahasiswa lebih aktif dan peduli. Selain untuk menjaga alat itu sendiri mahasiswa juga bisa membantu dosen. Pasalnya, masih ada beberapa dosen yang belum mampu mengoperasikan WPS. Hal ini berdampak pada proses belajar malah sedikit terganggu karena harus mencari orang lain yang mengerti WPS untuk menyambungkannya.

Jumlah kunjungan: 596 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.