Medan – kreatifonline.com, “Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit”, sebuah slogan dari seorang yang ditunggu aksinya di Universitas Negeri Medan.

Sebenarnya keberadaan Ibnu Hajar tidak asing lagi di Universitas negeri medan.

Ibnu Hajar memulai karirnya sebagai dosen sosiologi. Kemudian, ia diangkat menjadi pembantu Dekan I di fakultas ilmu pendidikan, dan kini telah resmi menjabat sebagai rektor UNIMED.

Seorang anak kampung

Ibnu Hajar lahir di desa bunut, kisaran, Asahan 20 mei 1963. Semasa sekolah ia adalah anak yang berprestasi. Beliau pernah mendapatkan juara karya tulis ilmiah saat bersekolah di SPG atau Sekolah Pendidikan Keguruan pada tahun 1981. Semasa sekolah dasar ia juga pernah menjuarai MTQ tingkat desa pada tahun 1974, saat itu ia mendapat juara pertama dengan hadiah sajadah dan peci.

Sandal pertakus sampai menggantung

Sebuah pemandangan biasa kala itu, ketika seorang anak yang menggunakan sandal dari karet yang kini sudah dimodifikasi menjadi sandal gunung yang memiliki tali di belakangnya. Sandal dari karet inilah yang sering digunakan oleh Ibnu Hajar ketika berangkat ke sekolah. Sandal yang disebut dengan pertakus, yang kini sudah sulit ditemukan. setelah menamatkan sekolah dasar Ibnu Hajar melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri di Kisaran. Ia pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Ia pernah mengalami kecelakaan saat sepeda yang ia kendarainya pergi kesekolah menabrak kendaraan lain hingga mengakibatkan sepeda yang ia pakai patah, lalu ia pergi ke rumah saudaranya yang bertempat tinggal dekat dengan tempat kejadian itu terjadi,karena ia tidak berani pulang ke rumah orangtuanya. Selama bersekolah banyak kejadian dan pengalaman yang mengharukan serta lucu. Peristiwa yang masih sangat membayanginya pada saat ia ingin pulang kerumah setelah belajar di sekolahnya, karena uang jajan yang diberikan orang tuanya secukupnya maka ia pulang dengan teman sekampungnya dengan menghentikan kendaraan yang lewat seperti adegan sebuah film komedi luar negeri. Tapi ia tidak duduk dengan baik dan rapi layaknya menumpang di kendaraan, akan tetapi menggantung di mobil yang ia tumpangi bersama teman temannya hingga sampai ke tempat tujuan. Saat itu ongkos dari sekolah menuju rumahnya berkisar Rp.50,-.

Pandangannya terhadap pendidikan yang menghantarkannya menjadi rektor Universitas Negeri Medan masa jabatan 2011 – 2015. Perjuangan yang panjang dengan menghadapi calon rektor yang lain. Dengan visi dan misi yang sejalan dengan telah ada di UNIMED, ingin menjadikan Unimed menjadi unggul dalam bidang pendidikan, industri, dan pariwisata, serta menyelenggarakan, mengembangkan, menumbuhkan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan membina suasana akademik dan iklim organisasi yang sehat.

Ibnu Hajar juga mengatakan, yang harus dilakukan adalah perubahan program di masing-masing fakultas dan memantapkan manajemen internal di semua unit di perguruan tinggi itu.  Karena inti Universitas itu terlihat dari aktivitas positif di kegiatan mahasiswa nya. Oleh karena itu, ia memulainya dari program studi dari setiap jurusan yang ada di Unimed dan berusaha memfasilitasi kinerja prodi agar setiap lulusan yang dihasilkan menjadi orang yang memiliki kemampuan yang dapat bersaing di dunia kerja. Apabila hal itu terlaksana dengan baik maka akan menimbulkan efek domino dan memperbaiki manajemen internal unimed menjadi lebih baik, sehingga dapat bermitra dan memiliki hubungan yang baik dengan lembaga yang dapat meningkatkan kualitas lulusan.

Anak organisasi

Semenjak lulus dari SPG tahun 1981, Ibnu Hajar melanjutkan S1 nya di IKIP Medan dan tamat tahun 1985. Ibnu Hajar meluluskan S2 di Universitas Padjajaran Bandungnya pada tahun 1993, lalu melanjutkan S3 nya di Universitas Padjajaran Bandung. Saat kuliah di IKIP pak ibnu juga aktif di organisasi kampus mulai dari HMI hingga Ikatan Mahasiswa Tanjung Balai (IKAMANSTA). Ia pernah menjabat sebagai ketua komisariat Fakultas Ilmu Pendidikan bagian instrinstik. Ibnu Hajar memperoleh beasiswa penuh, sampai ia meraih gelar professor.

Seorang idealis

Ibnu hajar menikah pada tahun 1987 saat itu ia berusia 24 tahun, istrinya bernama Yusniarti. Ibnu hajar memiliki 4 anak perempuan. Anak pertamanya kini sedang menyelesaikan S2 nya di Universitas Padjajaran bandung. Anak keduanya kuliah di Universitas Negeri Medan jurusan tata boga angkatan 2008, anak ketiganya kelas X di SMA 3 Medan, dan anak yang keempat bersekolah di SMP Al-Ulum medan.

Sebuah harapan baru bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) dengan kehadiran seorang Ibnu Hajar yang memiliki kepribadian yang rendah hati serta ramah ini untuk memajukan universitas menjadi sebuah lembaga pendidikan yang diharapkan dapat bersaing dengan dunia luar yang siap menantang setiap lulusan yang baik dan tangguh.

Jumlah kunjungan: 1386 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.