Hijrah menjadi lebih baik adalah impian setiap pribadi. Bagaimana dalam Islam, ALLAH swt memerintahkan Rasulullah Muhammad SAW untuk hijrah ke Madinah mengembangkan diri serta menyebarluaskan agama Islam. Bagaimana rasul beseerta sahabat harus meninggalkan segala keindahan dan segala sesuatunya di tanah kelahiran Makkah. Tapi dengan niat yang tulus dan kesabaran kita bisa melihat hasil dari ikhtiar yang harus dibayar mahal tersebut.
Sebagai pribadi kita juga diharapkan mampu melakukan hijrah diri menjadi individu yang lebih baik, yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain serta sekeliling kita. Kemampuan untuk merumuskan niat yang tulus, istiqomah dalam perkataan dan perbuatan yang baik sehingga memberikan kesan yang baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain di sekitar kita. Untuk itu semuanya, tidak dapat dicapai secara instan jika kita tidak bersiteguh dalam berbuat. Artinya butuh usaha dan kerja ekstra untuk menjadi pribadi yang berterima.
Begitu juga dengan sebuah kelompok atau instansi yang bertekad agar mampu menjadi bagian masyarakat secara umum yang berterima. Butuh sebuah konsistensi dalam perbuatan dan pembaharuan. Salah satu yang pernah menjadi bagian hidup penulis adalah Universitas Negeri Medan (UNIMED), tempat dimana penukis dan teman-teman seperjuangannya menempuh ilmu. Banyak hal yang didapat dari sini, susah senang gembira sedih dan sebagainya hingga mendapat gelar sarjana yang akan kembali ke masyarakat untuk menberikan sumbangsih yang terbaik sebagai pribadi dan sebagai bagian dan duta masyarakat Universitas ini.
Seiring berjalannya waktu, ketika pertama kali menginjakkan kaki kembali di universitas ini, begitu banyak impresi atau kesan yang terbentuk dalam diri. Begitu banyak perubahan yang telah terjadi disini baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Terbersit rasa bangga dan haru melihat perkembangan salah satu puzzle hidup ini. Kita pasti setuju ketika sesuatu yang pernah menjadi bagian dari diri kita mengalami perbaikan dan perkembangan ke arah yang jauh lebih baik. Baru melihat dari luar saja ada perasaan malu dan bingung, melihat portal tiket parker, digital library yang begitu megah, gedung sekolah pasca baru, ruang kuliah MKU dulu yang kini berganti menjadi laboratorium, gedung MIPA yang luluh lantak yang akan digantikan dengan gedung baru yang mungkin lebih baik, counseling centre dan pelayanan perbankan mahasiswa yang tersedia di dalamnya. Terlebih dengan tersedianya layanan internet gratis aloias wifi hotspot hingga pelosok kampus yang pastinya akan memudahkan mahasiswa dalam meningkatkan keilmuan dalam mencari referensi terbaik yang akan menunjang hasil belajarnya. Begitu banyak perubahan dan perbaikan yang terjadi di UNIMED yang saya yakin semuanya mengkerucut pada konsep pemberi pelayanan supaya jauh lebih baik dan itu hanya dari segi fisik yang terlihat, belum bercerita tentang kualitas maupun prestasi yang telah diraihnya.
Waktu hampir satu dekade ketika kaki ini tidak lagi berayun di dalamnya sepertinya bukan waktu yang lama tapi apa yang terlihat hari ini terbersit dalam hati ternyata waktu hampir satu dekade itu waktu yang lama melihat segala perubahan ini. Pergantian kepemimpinan rektoratyang telah terjadi bebrapa kali dalam sedekade ini tidak menjadikan sebagai alasan untuk tetap bertransformasi jadi yang lebih baik.
Apalagi ketika mendengar kabar terbaru bahwa UNIMED menempati urutan ke 29 universtitas terbaik di Indonesia dari hampir 3200an perguruan tinggi yang ada di bumi nusantara. Begitu bangga dan gembira mendengar kabar baik ini, di saat kembali menjadi bagian dari universitas ini. Secara jujur, perasaan masih meraba dengan segala perubahan ini masih ada serta keraguan dalam hal bagaimana memaksimalkan segala fasilitas ini. Mungkin butuh sedikit waktu untuk dapat beradaptasi dengan baik dengan segala ini.
Sayangnya, ada beberapa hal yang kembali perlu dikaji. Melihat portal tiket parkir yang tak berpenghuni dan terbengkalai muncul rasa sesal melihat pentingnya rasa aman bagi para civitas akademika yang membawa kendaraan, walaupun sudah tersedia penjaga parkir di hampir setiap areal parkir. Ditambah lagi, yang saya dengar dari sebagian mahasiswa maupun dosen, tentang penggunaan digital library yang belium begitu maksimal sungguh sangat disayangkan mengingat digital library ini bisa dikatakan termasuk perpustakaan yang terlengkap dan terbesar. Di samping itu, ada kesan yang kurang enak ketika memasuki ruangan perpustakaan yang berpendingin udara ini adalah terkadang udara yang kurang segar yang tercium sehingga akan menimbulkan perasaan yang kurang nyaman.
Tapi pada intinya adalah bahwa segala perubahan akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi bagi semuanya. Merumuskan perbaikan dan peningkatan mutu kuantitas serta kualitas pasti akan menjadi tujuan terpenting bagi universitas ini guna menjadikannya sebagai bagian dari masyarakat yang berterima dan bahan rujukan keilmuan yang lebih baik. Semoga dengan tersedianya fasilitas yang jauh lebih baik dari tahun ke tahun akan menempatkan UNIMED menjadi universitas terdepan yang akan melahirkan sarjana-sarjana pendidikan dan non kependidikan yang akan bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya . Tetaplah istiqamah dalam berbuat. Jayalah UNIMED Jaya..

Jumlah kunjungan: 63 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.