Kreatifonline.com – Medan – Pernah mendengar kata narsis? Bagaimana penjelasan kata tersebut? Atau, seberapa sering melakukannya? Baiklah, check this out!

Narsis. Satu kata yang tampaknya telah, sedang, dan akan digandrungi oleh setiap orang di tiap tingkatan. Tak hanya remaja, orang dewasa bahkan anak yang masih terbilang dibawah umur juga turut terkena “virusnya”. Bagaimana tidak, narsis sering kali dilakukan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Tak kenal waktu bahkan tempat. Lantas, apakah setiap orang yang melakukan narsis mengetahui bagaimana sejarah dari kata yang sedang booming itu?

Ternyata, kata narsis diambil dari mitologi Yunani tentang seorang lelaki tampan bernama Narcissus. Ia adalah anak dari Dewa Sungai yaitu Cephissus dan seorang peri bernama Liriope. Dikarenakan ketampanannya, banyak gadis yang jatuh hati, salah satunya bernama Echo. Namun sayang, tak satupun gadis yang mampu menarik hati Narcissus. Namun hal itu sama sekali tidak menggentarkan hati Echo. Ia tetap bersemangat mengejar Narcissus hingga ke sebuah gunung.

Pada suatu saat, berhasilah Echo menyatakan perasaannya pada Narcissus. Sekali lagi sayang, ia mendapat penolakan yang teguh dari pangeran tampan tersebut. Mendengar penolakan Narcissus, Echo berlari ke hutan. Kesedihan menderanya hingga berujung pada kurusnya tubuh Echo. Melihat kesedihan yang dialami Echo, seorang dewi bernama Nemesis hendak membalaskan dendam kapada Narcissus. Nemesis menyihir Narcissus untuk mencintai dirinya sendiri.

Suatu ketika, Narcissus sedang berjalan-jalan di hutan dan ia berhenti pada sebuah sungai bernama Styx. Ia terkejut mendapati seorang lelaki tampan di dalam air tersebut –yang sebenarnya adalah bayangannya sendiri. Narcissus terus berlama-lama menatap bayangan tersebut hingga suatu saat ia mencoba untuk menciumnya. Akhirnya ia tercebur dan tenggelam di dalam sungai Styx.

Nah, berbeda dari sejarahnya, akhir-akhir ini narsis dianggap sebagai salah satu sikap yang berlebihan. Seperti dikutip dari pernyataan Nurul Arfika, salah satu mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. “Itu berlebihan. Orang yang narsis selalu merasa bahwa dirinya lebih dari pada orang lain. Selalu merasa lebih cantik, contohnya.” Tutur gadis berbehel ini dengan mantap. “Tak hanya di depan kamera, penampilan secara langsung juga bisa disebut narsis,” Sambungnya.

Di Indonesia, narsis seolah dipermudah dengan munculnya gadget yang mampu memenuhi kebutuhan mereka yang suka bernarsis ria. Tak hanya sampai disitu, di tahun ini muncullah sebuah tongkat bernama “Tongsis” yang lebih melengkapi kegiatan narsis terebut. Ya, tongsis, alias Tongkat Narsis. Tongkat yang bisa diperpanjang hingga satu meter ini mampu mengaitkan gadget pada ujungnya. Jangan khawatir gadget akan terjatuh, karena pengaitnya akan sangat erat mencengkeram gadget tersebut. Dengan kisaran harga antara Rp90.000 hingga Rp150.000 ini seolah dianggap murah oleh para pemburunya. Bagaimana, apakah anda termasuk salah satunya?

Jumlah kunjungan: 91 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.