Medan – kreatifonline.com, Film ini mengemas tentang kehidupan laut Wakatobi dan adat istiadat lokal suku Bajo. Kisah seorang anak yang bernama Pakis. Pakis seorang siswa sekolah dasar yang selalu merindukan kedatangan ayahnya yang tak kunjung pulang dari melaut.

Pakis yang sangat menyayangi ayahnya merasa sangat kehilangan sehingga membuatnya terus bercermin di depan cermin pemberian ayahnya walaupun banyak orang-orang sekitar mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal. Pakis pun tidak menyerah untuk mencari ayahnya. Dengan dibantu sahabatnya Lumo, ia pun sering datang ke dukun suku Bajo untuk mencari bayangan ayahnya dimana mereka percaya dengan menggunakan cermin.

Hubungan Pakis dan ibunya Tayung pun menjadi tidak harmonis karena kepasrahan ibunya akan kepergian ayahnya dan  penyangkalan dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo.

Namun setelah kedatangan Tudo seorang peneliti lumba-lumba di hidup mereka, Pakis mulai bisa tersenyum semangat menikmati hari demi hari di Wakatobi. Tudo menjadi inspirasi bagi Pakis hingga membuat pakis terpesona dengan sosok Tudo. Namun itu tidak berlangsung lama karena Pakis memergoki ibunya dan Tudo berduaan. Perasaan mereka mulai terlihat saat pesta perjodohan di kampung mereka.

Puncak kemarahan Pakis pun tersembur saat ibunya Tayung kesal akan kelakuan Pakis dan memecahkan cermin kesayangan Pakis. Dengan seketika Pakis mengasingkan diri selama beberapa hari dan tiba-tiba Lumo sahabatnya memberitakan kabar buruk sambil membawa puing-puing kapal ayah Pakis  bahwa ayahnya dan ayah Pakis sudah meninggal dunia.

Semenjak saat itu Tudo, Tayung, Lumo dan terutama Pakis lebih mencintai Lautan Wakatobi. Wakatobi dengan segenap kekayaan laut dan cerita dongeng-dongeng indahnya.

Jumlah kunjungan: 566 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.