Medan – Kreatifonline.com- Siapa yang mengira, orang yang dibenci menjadi seorang sahabat dan hingga akhirnya menjadi sebuah cinta persegi, namun berhujung menjadi sahabat tak terpisahkan. Yah, itulah kisah persahabatan dan cinta dalam novel “Tomodhachi”. Berawal pertemuan yang tak diharapkan, mengenali makna persahabatan, kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan, hingga akhirnya sahabat menjadi pujaan hati.

Dua tahun tomomi menanti momen pertama dibulan April untuk mengejar kakak kelas yang ditunggunya yaitu Hasigawa Senpai. Ia mengikuti jejak Hasigawa Senpai semenjak ia berada dibangku sekolah menengah pertama. Setiap apa yang dilakukan dan dimana ia berada, Tomomi selalu berada disekitarnya. Hasegawa Senpai memasuki klub sepak bola karena ia menyukai sepak bola semenjak SMP. Ia suka menghabiskan waktunya dilapangan, disanalah tempat tomomi memperhatikan dan menyemangatinya.

Pertemuan dibawah pohon Sakura merupakan awal pertama tomomi menemukan sahabat. Memasuki awal sekolah, tomomi mengenal laki-laki yang dibencinya yaitu tomoki. Seiring berjalannya waktu, tomomi menjadi dekat dengan tomoki yang sama-sama memasuki klub atletik lari. Chiyo adalah sahabat tomomi sejak ia kecil hingga sekarang. Chiyo sudah mengenal perangai tomomi, sama percisnya Ryuu yang mengenal Tomoki. Mereka menjadi sahabat. Hari-hari dilewati bersama, makan dikelas bersama, latihan besama. Perangai tomoki yang ceria dan suka jail, mengajak Tabi untuk bergabung, namun Tabi selalu mengacuhkannya. Tomomi kurang suka melihat Tabi, yang telah mengambil perhatian Hasigawa senpai dan mendahuluinya menjadi menejer klub sepak bola tersebut, tetapi tomomi masih ada rasa perhatian terhadapnya.

Kabar angin buruk menghujat ke Tabi, ia dituduh merebut kekasih orang. Kejahilan anak-anak yang tidak suka kepadanya menjadi perhatian Tomomi dan kawan-kawan. Tabi yang menanti Hasigawa Senpai untuk menyatakan perasaanya dimanfaati oleh anak-ank yang jahil. Mereka menyuruh Tabi ke hutan tempat tomomi berlatih disiang hari, mengatas namakan Hasigawa menyuruhnya. Tanpa berpikir panjang, Tabi menurutinya. Tomimi yang tak sengaja mendengarkan percakapan tersebut langsung bertindak. Tomomi mengetahui bahwa mereka mengerjai Tabi, ia dan teman-temannya bergegas mencari Tabi dihutan. Perasaan takut dan iba bercampur, tomomi mendengarkan suara tangis. Mereka menghampiri, ternyata Tabi sedang jongkok menutupi wajah. Chiyo mendekati dan merangkulnya, seketika Tabi memeluk Chiyo. Tabi yang dikenal perempuan tangguh dan berani menghadapi orang-orang dengki kepadanya ternyata takut pada kegelapan.

Peristiwa kemarin membuat Tabi terkesan terhadap Tomomi dan kawan-kawan. Tabi yang sedikit angkuh dan selalu menolak untuk bergabung menjadi luluh. Mereka menjadi sahabat berlima, yaitu Tomomi, Tomoki, Chiyo, Ryuu dan Tabi.

Perlombaan Ekiden menjadi target Tomomi, Tomoki dan Ryuu yang mengharapkan kejuaran dimenangkan oleh sekolah mereka. Mereka berjuang dengan semangat, tanpa memikirkan kesehatan. Perdebatan antara Tomomi dan Tomoki minggu lalu membuat mereka tidak berbicara, bahkan saling menghindari. Tomoki selalu diam dan berubah tidak mau cerita kepadanya, dalam latihanpun mereka saling menjauh. Ryuu yang mengetahui Tomoki menceritakan masa lalu tomoki. Hal tersebut baru diketahui Tomomi. Tomomi yang berlari pelan, langsung mengejar Tomoki yang jauh meninggalinya. Dari jarak jauh Tomomi melihat Tomoki yang terjatuh, seketika ia mengejarnya hingga Ia tidak memperdulikan kakinya yang kram. Ternyata tomoki cedera dikakinya yang sedari tadi sudah membengkak namun Ia memaksakannya. Kemudian harinya tomoki tidak tampak beberapa minggu. Perubahan terasa diantara mereka. Ryuu yang diam-diam ternyata menyukai Tomomi menyatakan suka, dimana Tomomi diam-diam berubah menjadi suka kepada Tomoki. Tomomi yang mengetahui Chiyo telah menyukai Ryuu sejak pertama masuk menjadi tidak enakan kepada meraka berdua. Persahabatan yang telah terjalin menjadi berubah. Bagaimanakah akhir persahabatan mereka? Akankah mereka tetap setia untuk saling terikat dalam satu kata persahabatan?

Novel ini dirangkai khusus oleh pengarang dengan sedemikian rupa, setiap tahapnya diceritakan. Pengarang ingin menceritakan arti persahabatan. Disamping makna yang menarik, pengarang menceritakan keindahan negeri Jepang dan juga memberikan kosakata yang ada di Jepang. Bahasa yang digunakan pengarang sangat santai sehingga pembaca bisa minikmati alur cerita dalam novel tersebut.

Judul Buku : Tomodachi
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 355 halaman

Jumlah kunjungan: 332 kali

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.