Kreatifonline.com – Medan (31/10)  Masih ingat dengan permainan yo-yo saat kita kecil? Atau masih seringkah kamu melihat permainan yoyo dimainkan oleh anak-anak di sekitar kamu sekarang ini? Hmm,rasanya sudah jarang ya? Atau bahkan tidak pernah sama sekali. Apalagi dengan membludaknya games-games digital yang disuguhkan oleh ragam Gadget canggih zaman sekarang, nampaknya permainan tradisional itu sudah tergeser dan mulai ditinggalkan. Tetapi tidak dengan komunitas yang satu ini. Ya, mereka adalah SpinMe (Spinner MEdan) atau sering disebut Medan Yo-yo Club yang saat ini masih melestarikan permainan tradisional yo-yo di tengah kota Medan.
Awalnya, komunitas ini dibentuk oleh seorang mahasiswa di salah satu universitas ternama di kota Medan, yaitu Ihsan Pratama Siregar yang juga notabene-nya sebagai ketua SpinMe saatini. Kerinduan dan kecintaannya terhadap permainan masa kecil ia wujudkan dengan membentuk komunitas tersebut.
“Tujuan dibentuknya komunitas ini ialah untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa permainan yo-yo bisa lebih modern lagi dan tentunya permainan yo-yo yang modern itu cukup atraktif dan menghibur bagi anak-anak maupun dewasa.” Ujar Ihsan di sela-sela waktu latihan.
Para Spinner(sebutanuntukanggotaSpinME) biasa berkumpul di taman Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan. Sejuknya udara pagi disana menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit untuk menuangkan hobi unik mereka.

Eitss,, permainan yo-yo yang mereka mainkan bukan yo-yo biasa loh! Yo-yo yang selama ini dikenal sebagai permainan tradisional kini telah disulap menjadi permainan yang sangat modern dan menarik, sebab trik-trik yang mereka gunakan sangat beragam dan rumit, alhasil menciptakan permainan yo-yo yang atraktif dan membuat siapapun terpukau saat melihatnya.
Salah satu trik yang sering mereka gunakan antara lain“Blinds”. Trik ini merupakan jenis trik yang membuat yo-yo yang unresponsive dapat naik keatas dengan menyempitkan ruang gerak body. Trik lainnya yaitu “Combo”, yaitu gabungan dari banyak trik yang cukup rumit.Sedangkan yo-yo yang mereka gunakan adalah yo-yo berjenis “Auto-Return”.
Usia komunitas ini memang belum lama, dibentuk tiga tahun lalu tepatnya pada 10 Februari 2010. Namun, itu tidak berarti mereka minim prestasi. Komunitas yo-yo yang berasal dari kota Medan ini berusaha membangkitkan kembali permainan yo-yo yang selama ini kita kenal sebagai permainan tradisional, menjadi permainan bertaraf internasional. Nggak percaya? Mereka sudah membuktikannya dengan menggelar event bergengsi, yakni“Prodigi Yo-yo Competition” yang bertujuan mencari bakat-bakat pemain yo-yo di seluruh Indonesia. Pesertanya berasal dari berbagai kota besar dalam negeri seperti Medan, Palembang, Jakarta, bahkan dari Negeri Jiran Malaysia dan Singapura juga ada. Prestasi lain para Spinner Medan ini antara lain, Ray salah satu Spinner yang berhasil memenangkan Prodigi Yo-yo Competition di Singapura bulan Agustus lalu, Spinner lain yang turut menyumbangkan prestasinya adalah Leo yang menyabet juara ketiga dalam ajang yang sama di Kota Surabaya pada bulan Agustus 2013 dan yang teranyar, mereka baru saja menghadiri pertemuan Komunitas Pecinta Yo-yo se-Indonesia di Pulau Dewata Bali pada bulan Desember 2013 lalu.
“Awalnya saya tertarik gabung di komunitas ini karena saya kagum dengan teman saya yang menunjukkan trik-trik yo-yo saat kami jalan.Mulanya gabung di komunitas ini hanya sekedar hobi dan pengen memainkan permainan tradisional yang kita punya, soalnya bosen juga kan sama permainan-permainan yang ada di gadget. Eh, ternyata malah bisa berprestasi juga. Ya syukur lah..”tutur Ray, Spinner yang juga berstatus siswa Santa Thomas Medan ini usai latihan rutin
Wah, salut deh sama mereka. Anak muda yang berusaha melestarikan kembali permainan tradisional malah berprestasi sampai internasional. Guys, daripada kamu melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat dan menyia-nyiakan masa muda, lebih baik kamu kembangkan hobi kamu, dan tunjukkan passion kamu sekarang juga !

 

Jumlah kunjungan: 654 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.