Kreatifonline.com, Unimed – – Terimakasih kepada SEJUK yang telah memilih tulisan saya, sehingga saya dapat berkumpul dengan teman-teman yang berbeda dari seluruh penjuru daerah untuk mendiskusikan keberagaman di negeri ini…
Pemuda Jurusan Filsafat Agama STF Ledalero tersebut mengaku salut atas inisiatif SEJUK (Serikat Jurnalis Keberagaman) yang rutin menggelar diskusi perihal keberagaman di daerah berbeda tiap tahunnya. Perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Akademika tersebut tidak mempermasalahkan jarak yang begitu jauh dari daerah asalnya, Nusa Tenggara Timur ke kota pilihan SEJUK bermuara, yakni Kota Salatiga. Ia memberanikan diri untuk berangkat sendirian, karena kebetulan hanya ia lah yang terpilih mewakili kampusnya, bahkan daerahnya.
“ .. sampai transit tiga kali malah, tapi tidak apa-apa. Acaranya begitu menarik, padahal sebelumnya saya belum pernah kenal bahkan bercengkerama dengan yang berbeda agama dengan saya…” pungkas pemuda bernama lengkap Yohanes Dionisius Bosco Galus itu.
Peserta lain yang datang sendiri juga berasal dari LPM Mimbar Untan, Kalimantan Barat. Ia mengaku senang bergabung didalam forum yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam tersebut.
“ Ini pengalaman pertama dan saya salut dengan kegiatan ini, apalagi banyak ilmu bermanfaat yang bisa diperoleh dan dibagi ke semua teman-teman di Pontianak, terutama di LPM saya sendiri ” ujar mahasiswa semester tiga tersebut.
Thowik, salah satu panitia SEJUK mengungkapkan bahwa workshop ini diharapkan agar seluruh peserta dapat memberitakan keberagaman dari perspektif jurnalistik yang adil dan berimbang. Selain itu, ia menghimbau agar seluruh jurnalis yang mengikuti forum ini juga dapat memberitakan kaum minoritas yang ditindas di masing-masing daerah.
Sebelumnya, SEJUK sudah beberapa kali menggelar workshop keberagaman serupa di beberapa daerah. Khususnya, pada tahun 2016 ini, SEJUK mengadakan tiga kegiatan workshop di waktu yang berbeda pula, diantaranya Bali ( Maret) , Manado (Mei) dan Salatiga (September). Untuk kegiatan workshop di Salatiga, dilaksanakan pada 2-4 September di Hotel Grand Wahid, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah. SEJUK menuliskan di situsnya sejuk.org, sekitar kurang lebih delapan puluh peserta mengirimkan tulisan, lalu diseleksi menjadi dua puluh lima tulisan.
Sepuluh orang diantaranya berasal dari daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya, yakni :Andri Setiawan, Christian Adi Candra, David Adhyaprawira (Lentera), Pandita Novella (Scientiarum) , Maulidya Rohmatul Umamah( Dimensi IAIN Tulungagung), Muhammad Satya Adhi Karyanto (Kentingan Univ. Sebelas Maret Surakarta), Wirda Ulhayati, (Edukasi UIN Semarang) , Teguh Waloyo (Badan Penerbitan Pers dan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang ), Muhammad Dzakki Abdurrohim, (Komunitas Payung, UNDIP Semarang), Nurcholis Ma’arif (Himmah, UII Yogyakarta). Lalu, peserta yang berasal dari Jakarta dan Jawa Timur diantaranya adalah : Anggino Tambunan & Vanda Dwi Septika Situmeang (Suara Mahasiswa, Universitas Indonesia), Lailis Saidatul Faizah (Ideas, Universitas Negeri Jember), Andika Julianto Trilaksana (Kavling 10 Universitas Brawijaya, Malang), Roudlotul Choiriyah, (Retorika, Universitas Airlangga, Surabaya). Sepuluh peserta yang terpilih dari luar pulau Jawa, diantaranya : Riska Iwantoni ( DETaK, Unsyiah Aceh), Ali Akbar (Sumberpost, UIN Ar-Raniry, Aceh), Grace Kolin (Pijar, Universitas Sumatera Utara , Lusty Ro Manna Malau ( Kreatif, Unversiras Negeri Medan) , Maida Yusri ( Ganto, Universitas Negeri Padang ), Laras Olivia (Aklamasi, Universitas Islam Riau), Juli Mulkian (Katharsis, Universitas Halu Oleo, Kendari), Rio Pratama (Mimbar, Universitas Tanjungpura, Kalbar ), Defika Saputri ( Identitas, Universitas Hasanuddin) dan Yohanes Dionisius Bosco Galus (Akademika, STF Ledalero, Flores) .

Jumlah kunjungan: 57 kali

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.