Medan – Kreatifonline.com Kemunculan sebuah produk inovatif menggemparkan kota Medan. Khususnya di berbagai institusi pendidikan seperti USU, UNIMED, UISU, UMSU, UIN, Triguna Dharma, SMA N 3, MAN 1 dan MAN 2. Jajanan kampus yang dikembangkan oleh Burhan Syaiful, mahasiswa Agroekoteknologi Fakultas Pertanian USU ini adalah Molen Arab. Jajanan kampus tersebut cukup menarik perhatian mahasiswa karena tagline-nya yang begitu fenomenal, yakni “Besar, Panjang, Lembut, Puas”. Banyak sekali orang yang bertanya-tanya tentang bagaimana produk ini muncul dengan merk dan slogan yang demikian rupa, dengan santai Burhan menjawab dirinya hanya berusaha untuk menemukan sebuah produk yang berbeda dengan yang ada di pasaran, pisang molen menjadi jajanan yang umum dan dapat ditemukan dimana saja oleh masyarakat dengan ukuran yang kecil dan sedang “ Bagaimana kalo membuat pisang molen dengan ukuran yang besar? Menggunakan nama yang cocok untuk definisi produk yang besar, panjang, dan lembut adalah Molen Arab” jawab Burhan dalam wawancara disela-sela waktu kuliahnya. Kemampuan menciptakan ide, gagasan, kreatif dan inovatif menjadikan pemuda ini menjadi jutawan di usia muda.
Burhan Syaiful hanyalah seorang mahasiswa biasa yang duduk di semester 10 stambuk 2010 Departemen Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Kehidupannya yang sederhana , berkuliah, dan bercanda gurau dengan teman sebaya adalah hal-hal yang biasa dilakukannya. Hanya saja keadaan ekonomi serta jiwa entrepreneur nya yang terus bergejolak membuatnya memiliki pencapaian yang berbeda dengan mahasiswa lainnya. Ditambah lagi dengan ide, gagasan, kreatif dan inovatif yang terdapat didalam dirinya melahirkan sebuah produk yang unik dan disukai oleh kaula pelajar dan mahasiswa, yaitu Molen Arab. Kemampuannya melihat peluang menambah kesempuranaan dari pemasaran produk ini “ Nah, jualan Molen Arab di pagi hari sampai sore hari, terutama pagi hari, soalnya mahasiswa kan biasanya tak sempat sarapan. Molen Arab ini bahan utamanya pisang dan terigu, menjadi lumayan bisa mengganjal perut dengan makanan Rp 3.000 kok” gagas Burhan.
Saat ini usaha Molen Arab milik Burhan memproduksi lebih dari 1500-2000 biji per hari dengan 7 orang pegawai produksi dan 71 orang agen pemasar, membuat Burhan memiliki omzet Rp 150 juta per bulan dari usaha tersebut. Belum lagi pengembangan yang direncanakannya untuk membuka Kafe ataupun Backery untuk Molen Arab.
Pencapaiannya tersebut tidak lepas dari dukungan motivasi keluarga, serta keinginannya untuk berbeda dari mahasiswa yang lain, “Saya sempat ambil cuti kuliah selama 6 bulan, dan saya tidak ingin waktu tersebut terbuang dengan sia-sia. Teman saya bisa tamat kuliah tepat waktu, maka harus ada juga yang dapat saya hasilkan yaitu usaha Molen Arab ini” gagas Burhan.

Jumlah kunjungan: 283 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.