Kreatifonline.com – Medan (30/10) Kemeriahan Semarak Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed ternyata turut didukung oleh Palang Merah Indonesia UNIMED untuk menyelenggarakan aksi donor darah di Fakultas Bahasa dan Seni. Aksi donor darah ini dilakukan secara kerjasama antara UKM PMI Unimed dengan PMI Sumatera Utara.

Di sela-sela acara berlangsung, posko PMI dan bus yang menjadi tempat pendonoran darah recipient dikunjungi satu persatu mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam aksi ini. Lia Sitorus, selaku perawat PMI yang juga menjadi panitia dalam registrasi pendonor mengatakan bahwa siapapun dengan maksimal usia enam puluh tahun dapat melakukan pendonoran di posko ini. Namun sebelumnya pendonor harus diperiksa terlebih dahulu kondisi kesehatannya oleh dokter Ilham Anugerah selaku dokter yang menangani aksi donor darah ini.

Dokter Ilham mengatakan bahwa kriteria pendonor darah yaitu berat badan mahasiswa minimal 45 kg, usia pendonor 17-60 tahun, kemudian bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi tidak boleh mendonorkan darahnya. Namun wanita tersebut dapat mendonorkan darah mereka minimal dengan tempo 4 hari setelah menstruasi, kemudian batasan untuk pendonor darah yang baru pertama kali yaitu wanita harus berusia 50 tahun dan laki-laki 55 tahun. Darah yang diambil sebanyak 350 cc atau sekitar satu setengah gelas air mineral.

Dokter Ilham berharap mahasiswa dapat rutin melakukan donor darah semasa muda. “ mungkin kebanyakan orang berfikir selama ini mendonorkan darah itu fungsinya hanya untuk menolong orang lain saja, tetapi dibalik mendonorkan darah itu bisa jadi membuat badan kita lebih sehat, sehingga mahasiswa harus rutin mengikuti aksi donoh darah “ ujar Dokter Ilham Anugerah.
Didalam mobil, perawat yang bertugas melayani pendonor berjumlah sebanyak dua orang. Mereka mengaku bersemangat sekali melihat mahasiswa yang berantusias dalam aksi mulia tersebut. “ seharusnya mahasiswa tidak perlu takut dengan yang namanya donor darah karena ini sangat berguna untuk kesehatan, kapan lagi mereka mau menyumbangkan darahnya jika tidak dimulai dari saat ini” kata Aklam Hasibuan, salah satu dari perawat yang bertugas. Beberapa mahasiswi yang sedang berada didalam mobil mengaku tidak merasa kesakitan dan lemas saat pengambilan darah selesai.

Salah satunya adalah seorang mahasiswi Jurusan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni stambuk 2014, yang kebetulan bersama teman-temannya mengikuti kegiatan pendonoran ini. Bahkan ia baru pertama kali mengikuti aksi donor darah seperti ini.
“ ini gerakan hati saja, rasanya ingin berbagi dan juga ingin menjaga kesehatan tubuh. Saya juga baru pertama kali dan kedepannya saya tertarik untuk mendonorkan darah. Semoga saja teman-teman yang lain tergerak dan termotivasi agar dapat menyumbangkan darahnya didalam kegiatan donor darah seperti ini.” ujarnya bersemangat.

Jumlah kunjungan: 872 kali

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.