Medan – Acara penutupan Roadshow “Be Admired” Indonesia Youth Icon 2017 Angkatan III diadakan di Gedung Auditorium Chandra Kumala School pada Jumat, 15 September 2017 pukul 12.30 – 15.00 WIB. Acara ini diselenggarakan oleh Yasasan Bangga Jadi Indonesia (YBJI) yang didirikan oleh Mora Nasution tahun 2015 silam. “Yayasan ini dibangun dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta akan Indonesia terutama untuk generasi penerus bangsa,” tutur Mora.

Acara tersebut dihadiri oleh Rosmawati Nadeak sebagai perwakilan dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara yang sekaligus meresmikan acara penutupan Indonesia Youth Icon 2017 (IYI). Selain itu juga dihadiri oleh berbagai komunitas yang ada di kota Medan, diantaranya komunitas dari Microskil dan Pers Mahasiswa Kreatif Unimed, serta siswa/i dari beberapa sekolah. Dalam acara tersebut diadakan pemilihan duta finalis yang akan mewakili Chandra Kumala School pada acara camp pelatihan kebangsaan dan pemilihan finalis Indonesia yang akan diadakan pada 28 Oktober mendatang.

Roadshow “Be Admired” Indonesia Youth Icon 2017 dilakukan di 23 sekolah yang tersebar di Indonesia. Adapun sekolah yang terpilih tersebut terlebih dahulu melakukan pendaftaran online dan melalui berbagai proses, namun diantara sekolah yang terpilih Chandra Kumala School merupakan salah satu yang spesial karena berhasil mengirimkan dua duta sekaligus untuk menjadi calon finalis Indonesia Youth Icon angkatan yang ketiga untuk memperebutkan piala Kemenpora.

Fiona yang merupakan salah satu pemenang duta Indonesia Youth Icon dari Chandra Kumala School mengaku sangat senang, “Rasanya mau meledak, nggak pernah nyangka,” tuturnya. “Acara ini sangat bagus, karena memberitahukan bahwa kita harus bangga jadi Indonesia, tidak hanya mengeluh tapi kita juga harus berterimakasih karena tinggal di Indonesia. Saran saya untuk peserta selanjutnya adalah lebih mengenali Indonesia lebih dalam lagi dan juga harus percaya diri bahwa dia bisa, dia punya kemampuan,” lanjutnya.

Sementara itu, Fira Fatma Sieva yang saat ini duduk di eight level Chandra Kumala School yang juga terpilih sebagai salah satu duta Indonesia Youth Icon Chandra Kirana School mengaku tidak menyangka bisa terpilih sebagai duta finalis, apalagi finalis yang lain juga sangat berkompeten. “Saya tidak sabar untuk segera mengikuti camp-nya,” ujarnya. Pada saat menjawab pertanyaan dari MC, Fira mengaku tidak merasa grogi maupun gugup karena ia sudah terbiasa berbicara di depan umum. “Saya sering melakukan penelitian dan sering mempresentasikan penelitian tersebut. Jadi sudah terbiasa berbicara di depan umum, dan lagi penelitian saya juga ada yang sampai tingkat internasional dan juga menjuarai penelitian internasional tersebut,” ujarnya. “Acara ini sangat penting bagi anak-anak bangsa, melalui acara ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan rasa akan cinta tanah air,” lanjutnya.

Jumlah kunjungan: 20 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.