Tekotek ook… Tekotek ook… Tekotek ook..
Lucu memang, tetapi justru itulah yang disukai.
Yel-yel unik ini sering dikumandangkan olehnya untuk menyemangati mahasiswa jurusan olahraga Unimed saat belajar di lapangan. Sudah pasti dosen, tapi bukan dosen biasa. Tua dan bersahaja. Seluruh rambutnya telah memutih.
“Bisa kita mulai wawancaranya, Pak?”
“Silahkan, tanyakan apa yang mau kalian tanyakan.”
Beliaulah Danial Daulay, sang inspirator di majalah edisi 68 ini. Walau sudah pensiun dari profesinya sebagai seorang dosen mata kuliah basket, beliau dimintai oleh Dekan sebelumnya yakni Basyarudin Daulay untuk mengajar kembali di Universitas Negeri Medan. Padahal banyak dosen pensiun yang ingin mengajar kembali, namun hanya beliau yang diundang khusus untuk kembali mengajar.
“Loh kenapa, Pak?”
“Karena Dekan mempercayai saya, saya dianggap berprestasi dan memiliki skill.”
‘Pak Danial’ begitu sapaan akrab bagi mahasiswa, memiliki komitmen yang begitu luar biasa dalam kepribadiannya. On time, datang setiap hari tanpa ada satupun absen, bahkan ketika wisuda yudisium dimana perkuliahan tidak diwajibkan, beliau tetap masuk. Di usianya yang menginjak 81 tahun, sosok beliau sangat dihormati di semua kalangan civitas akademika Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed.
Ilham, mahasiswa PJKR 2011 yang merupakan mahasiswa Danial mengaku senang bisa mendapatkan ilmu dari dosen yang terkenal humoris ini.
“Bapak itu orangnya baik, penilaiannya objektif bagi semua mahasiswa, dan satu lagi yang saya suka, di usianya yang seharusnya sudah beristirahat, skill-nya nggak hilang sama sekali,” ucapnya kagum pada Kru Kreatif.
Visi Misi Mengajar Selama ini
Cara mengajarnya yang santai namun serius dan diminati mahasiswa. Saat dilapangan, tak jarang lelucon terlontar dari Pak Danial. Alhasil, ini membuat mahasiswa tertawa terbahak-bahak.
“Saya dosen praktik, jadi saya memang selalu menciptakan humor agar mahasiswa yang lelah dilapangan tidak merasa bosan atau jenuh. Saya ingin menciptakan mahasiswa yang memiliki komitmen dan kualitas diri, karena kebanyakan dosen yang saya kenal sekarang ini lebih banyak bersantai, dan seharusnya dosen bertugas untuk membimbing mahasiswa agar lebih baik lagi serta harus berprestasi”
Cerita Cinta seorang Danial
Manusia tak lepas dari cerita cinta, termasuk Danial. Rumor beredar dan berkembang mengenai beliau yang tak ingin melepas masa lajangnya sejak usia muda hingga kini. Konon, Pil pahit pernah dikecap ketika beliau mencintai seseorang.
“Hmm, maaf pak. Menurut kabar, bapak belum berkeluarga. Apa itu benar?”
Pertanyaan ini cukup nekad untuk dilontarkan. Semoga saja beliau maklum.
“Pernah saya dijodohkan oleh kakak saya dan komunikasi kami terjalin baik satu sama lain. Hubungan antara keluarga saya dengan keluarganya juga baik-baik. Tapi tiba-tiba, tanpa sepengetahuan saya, dia datang mengantar undangan pernikahan,” ujarnya tenang.
Sejenak kemudian, maka dilanjutkannya.
“Saya tujuh bersaudara, yang sudah berumah tangga empat. Ketika tinggal tiga yang belum menikah, orangtua kami belum sempat untuk memberikan kesempatan untuk berumah tangga. Dan dua kali saya dijodohkan oleh kakak saya, tapi itulah yang terjadi nasib tak berpihak pada saya.”
Beliau juga mengatakan tidak ada penyeselan dan kekecewaan dalam hidupnya. Karena sesungguhnya beliau hanya menikmati dan menjalankan hidup yang telah di garis tangankan oleh Tuhan.
—–

Nama : Danial Daulay
Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 10 Desember 1942
Riwayat Pendidikan : SD Neger 5 Medan (1947-1953)
SMP Negeri 2 Medan (1953-1956)
SMU SGA (1956-1961)
Universitas FKIK USU
Sekolah Tinggi Olahraga (STO)
Instititut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Medan
Riwayat Karir : Atlet POMNAS
Atlet PON
Wasit

Jumlah kunjungan: 1304 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.