Selasa, 28 November 2017 asap kelabu membumbung tinggi bergumul dengan riuh lengking teriakan para orator aliansi kelompok masyarakat serta penghuni bangunan yang rumah dan kiosnya diratakan tanah oleh pihak berwajib. Penggusuran yang terjadi pukul 11.00 WIB oleh pemerintah kota Medan dengan menerjunkan Satpol PP dan beberapa alat berat serta personil TNI ini menyebabkan terjadinya kemacetan di Jalan Willem Iskandar atau di depan pintu gerbang 4 kampus Unimed.

Salah satu peghuni bangunan yang diratakan tersebut adalah sugeng (25), yang menempati bangunan kios untuk berjualan makanan. Ia menyatakan pasrah akan penggusuran ini, dan ia pun menempati kios tersebut melalui tangan ke tangan tanpa ada kejelasan surat kepemilikan maupun surat keterangan lain.

Salah satu anggota TNI yang bertugas dalam penggusuran tersebut adalah Dahlan, yang menyatakan bahwa para penghuni bangunan tersebut telah menempati tanah milik Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) yang nantinya akan digunakan oleh pihak pemerintah, namun para penghuni bangunan tersebut menolah untuk pindah walaupun telah dilakukan peringatan jauh-jauh hari, namun tidak diindahkan. Sehingga mereka harus melakukan tindakan penggusuran.

Proses penggusuan yang di lakukan diwarnai kericuhan antara pemuda setempat dengan Satpol PP yang akan mengekseskusi bangunan tersebut. hingga turun 2 kompi Polisi yang mengamankan tempat tersebut dengan negosiasi. akhirnya penggusuran di hentikan sementara sampai para penghuni mengosongkan barang barang yang ada di rumah mereka.

Jumlah kunjungan: 9 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.