Pusat Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali melaksanakan Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup pada Sabtu (16/09) pukul 08.00-17.00 WIB tepatnya di Auditorium Unimed. Olimpiade ini diselenggarakan setiap tahun di atas kepanitiaan yang sama. Berbeda dengan tahun lalu yang mengangkat tema tentang Hari Habitat Nasional, olimpiade ke-9 ini mengangkat tema Worlds Ozone Day.

Olimpiade kali ini didanai secara mandiri oleh Pusat Studi Kependudukan Lingkungan Hidup Unimed sehingga seluruh peserta yang mengikuti olimpiade membayar uang administrasi sebesar Rp 60.000,00. Dana ini akan dialihkan untuk penggunaan peralatan dan juga konsumsi dari setiap peserta. Uang administrasi yang besar tak menjadi halangan bagi para siswa/siswi yang ingin mengikuti olimpiade.

Di pembukaan acara, Wakil Rektor II Universitas Negeri Medan, Dr. Restu, M.S mengatakan bahwa kegiatan ini cukup inspiratif dan mudah-mudahan dapat menjadi wahana bagi pembentukan karakter siswa/siswi di Sumatera Utara untuk lebih mencintai lingkungan. “Saya juga berharap agar seluruh sekolah di Sumatera Utara dapat membentuk lingkungan hidup di sekitar sekolah agar dapat dijadikan media belajar, sekaligus media perangsang hidup sehat” ujarnya. Lalu disambung dengan kata sambutan dari Ketua Panitia, Amrizal, S.Si., M.Pd, mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Sumatera Utara ini bertujuan mensosialisasi pengetahuan lingkungan hidup melalui tingkat pemahaman berdasarkan uji kompetensi secara tertulis dan lisan

Akan ada 6 peserta yang terpilih dari setiap divisi dari olimpiade, dimulai dari juara I hingga harapan III. Terdapat 3 gelobang ujian pada olimpiade ini, dimana yang menjadi tahap akhirnya adalah presentasi di hadapan seluruh pengunjung. Peserta akan diajak mengambil sebuah undian yang berisi sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan lingkungan lalu mempresentasikan jawabannya. Dengan ini, akan terpilih keenam duta lingkungan masing-masing dari divisi SD/MI, divisi SMP/Mts, dan divisi SMA/SMK/MA.

Peserta yang ikut dalam olimpiade kali ini lebih dari ekspektasi panitia. Kegiatan Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup Tingkat Propinsi Sumatera Utara yang ke-9 ini diikuti oleh 971 peserta dengan rincian untuk tingkat SD/MI diikuti 230 siswa dari 75 sekolah. Untuk tingkat SMP/MTs diikuti 348 siswa yang berasal dari 42 sekolah dan untuk tingkat SMA/MA/SMK diikuti oleh 393 siswa dari 38 sekolah di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini, pemenang untuk tingkat SD/MI antara lain: Juara I didapatkan oleh M. Gafrans Harahap dari SD Qurrata Ayyun Tebing Tinggi, Juara II: Keiza Adeeta AF dari SD Namira Medan, Juara III: Salfiza Salwa nasution dari MIN 1 Medan, Harapan I diraih oleh Nadhira Adya Arsang dari SD Asy-Syafiyyah, Harapan 2: Irene Feby Rotua M, dari SD Swasta Budidarma Tebing Tinggi, Harapan 3: Seli Syahpika dari MIN Simpang 4.

Untuk Pemenang tingkat SMP/MTs yakni : Juara 1: Salman Shiddiq dari MTs Negeri rantau Prapat, Juara 2: Octaviani P Ginting dari SMP Negeri 1 Sunggal, Juara 3: Ohan Prada H Sitorus dari SMP F Tandean Tebing Tinggi, Harapan 1: Damar Yudistira dari SMP N 1 Sunggal, Harapan 2: M. Rafli dari SMP N 1 Sunggal, Harapan 3: Surya Darma dari SMP N 8 Tebing Tinggi.

Adapun pemenang untuk tingkat SMA/MA/SMK yaitu: Juara 1 direbut Puja Fatimah dari MAN 1 Medan, Juara 2: Rasyid Ridha, dari SMA Negeri 1 Medan, Juara 3: Yustinus dari SMA Negeri 2 Balige, Harapan 1: Yos Andres dari SMA Negeri 2 Balige, Harapan 2: Zidan dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Harapan 3: Peris Petrus dari SMA Negeri 2 balige.

“Olimpiade ini diselenggarakan supaya menghasilkan duta lingkungan cilik di berbagai sekolah di Sumatera Utara yang akan menjadi panutan di sekolahnya sebagai peningkatan rasa cinta akan lingkungan,” ucap Dr. Rachmad Mulyana, M.Si selaku panitia Olimpiade Lingkungan Hidup. Banyaknya orang di luar sana yang lupa akan pentingnya menjaga lingkungan menjadi dasar dari dilaksanakannya olimpiade ini. Soal yang menjadi ujian dalam olimpiade juga tidak lepas kaitannya dari lingkungan. Dengan ini, selain menumbuhkan rasa cinta lingkungan, olimpiade ini juga mengasah keterampilan dan kemampuan para peserta setiap tahunnya.

Jumlah kunjungan: 15 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.