Indonesia merupakan negara kesatuan multikultural yang kaya akan keberagaman. Sebagai Warga Negara Indonesia, kita hidup di tengah masyarakat heterogen yang terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebar di berbagai pulau. Setiap suku memiliki identitas yang berbeda seperti bahasa, adat istiadat, tradisi maupun kepercayaan. Perbedaan-perbedaan tersebut sepatutnya mempererat tali persaudaraan dan sikap toleransi.

Bhinneka berarti beraneka ragam atau berbeda-beda. Keberagaman pada dasarnya bisa dijadikan kekayaan atau bisa pula menjadi jurang pemisah. Tergantung bagaimana kita memandang dan menyikapinya. Jika kita menganggap perbedaan itu indah seperti susunan warna pelangi maka rasa menghargai dan melengkapi akan selalu tertanam kuat dalam diri. Namun jika kita masih memiliki sudut pandang stereotip, primordialisme dan tidak terbuka akan kemajemukan maka hanya akan menganggap keberagaman sebagai jurang pemisah. Semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga seharusnya dapat diterapkan untuk setiap individu.

Sesungguhnya Tuhan menciptakan keberagaman bukan untuk menomorsatukan diri, memusuhi atau menjatuhkan orang yang berbeda latar belakang dan pemahaman dengan kita, melainkan untuk saling mengenal, memahami, menghormati bahkan melindungi. Pada dasarnya setiap agama, suku, budaya mengajarkan kebaikan. Maka bila seseorang melakukan kesalahan, alangkah lebih baik untuk tidak menyalahkan agama dan kebudayaan yang dianutnya.

Oleh karena itu, kita tidak bisa memaksakan keseragaman di tengah keberagaman. Ini perihal penerimaan untuk hidup saling berdampingan. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu konflik dan memisahkan, jadikan perbedaan sebagai kekayaan. Mari bergandengan tangan menerapkan Bhinneka Tunggal Ika demi mewujudkan sila ketiga Pancasila “Persatuan Indonesia”.

Jumlah kunjungan: 50 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.