UINSU, Sabtu (14/10). Nama Tere Liye mungkin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bukan hanya kaum muda yang terpesona oleh cerita-cerita penulis berdarah Palembang tersebut, tetapi juga para orang tua. Karya-karyanya yang telah menjadi best seller membuat namanya melonjak di kalangan pecinta novel.

Dengan kepopuleran karya Tere Liye, tak heran jika acara yang diadakan oleh Pers Mahasiswa Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dihadiri oleh 500 lebih peserta, bahkan menurut perkiraan panitia, peserta yang hadir mencapai 550 di luar kepanitiaan dan pihak internal. Tere Liye sendiri diundang berdasarkan pilihan mahasiswa UINSU melalui pemilihan pembicara di akun instagram. Untuk kedua kalinya Persma Dinamika sukses mengundang penulis ternama, setelah tahun lalu berhasil dan sukses mengundang Ahmad Fuadi, penulis novel 5 Menara.

Kegiatannya mungkin tampak sederhana namun bermanfaat, sesederhana penampilan dari pembicara yakni Tere Liye sendiri. Tere Liye atau yang bernama asli Darwis menaiki panggung mengenakan kaos oblong dengan jeans dilengkapi sendal jepit dan ranselnya. Tetapi dalam waktu yang relatif singkat, dari pukul 09.00-11.00 WIB, sang penulis mampu menyedot perhatian massa, dengan lelucon dan pembawaannya yang santai dalam menyampaikan kiat-kiat menulis ala pribadinya. Peserta talk show rata-rata adalah mahasiswa dari beberapa universitas, diantaranya USU, UNIMED, UMSU dan mahasiswa UINSU sendiri. Selain itu tampak juga siswa-siswi yang disertai oleh gurunya serta beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu.

“Menarik kok. Informatif juga. Cuma waktunya telalu singkat. Informasi yang di dapat juga kurang banyak, karena dari moderator kurang aktif.” Demikian pendapat Juliana Ambarita, salah satu mahasiswa peserta talk show. Beberapa mahasiswa juga menyatakan apresiasinya akan kegiatan tersebut. Dari banyaknya yang mengangkat tangan pada sesi pertanyaan menunjukkan antusiasme peserta. Terlebih lagi pada sesi penandatanganan buku oleh sang penulis, banyak yang sudah mempersiapkan buku-buku karya Tere Liye dari rumah untuk ditandatangani.

Acara talk show bersama Tere Liye kali ini, berdasarkan pengakuan panitia Khairul A., merupakan kesuksesan menghadapi tantangan sulit dalam mengundang pemateri. Terlebih mengingat panitia pelaksana yang adalah seluruh anggota Persma Dinamika UINSU mengadakannya ditengah kesibukan kepanitiaan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional (PJTLN) yang dinamakan Pena Persma (Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa). Dalam kesempatan tersebut juga, seluruh peserta PJTLN dari berbagai universitas se-Indonesia turut serta meramaikan acara yang diadakan di Gelanggang Mahasiswa UINSU itu.

Jumlah kunjungan: 12 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.