Medan – kreatifonline.com, Mahatari terselip dibalik awan putih yang mengepul, namun teriknya sangat terasa dipermukaan kulit. Pagi itu pukul 11 tepat, aku lebih awal makan siang bergegas untuk liburan. Perlengkapan seperti  pakaian dan bekal makanan sudah menenuhi ranselku. Aku dan teman-teman yang lain sudah tak sabar ingin menikmati liburan sebuah tempat yang eksotis, Tangkahan.

Sebuah bus orange dengan kaca depan pecah persis seperti sarang laba-laba berjalan perlahan, didinding bagian samping bertuliskan Pemb. Semesta  sudah siap menantikan para penumpang. Ku lihat tujuan-nya menuju Tangkahan, aku setengah berlari agar mendapatkan tempat duduk. Syukurlah ada beberapa tempat yang kosong. Buspun menepi, menunggu bangku terisi penuh.

Butuh sekitar empat jam perjalanan dari Medan menuju Tangkahan, kamipun tertidur dan larut dalam lantunan irama musik Karo yang spesial diputar untuk para penumpang.

Ekowisata yang bertempat di Kec. Batang Serangan, Kab. Langkat ini banyak menyuguhkan beberapa keunikan daripada tempat wisata yang ada di Sumatera Utara, membuat kami penasaran. Beberapa diantaranya adalah Taman Kupu-kupu, Penangkaran Gajah, Air Terjun, Arung Jeram dan Sumber Air Panas. Tangkahan juga merupakan Hutan lindung bagi satwa-satwa liar. Selain tempat wisata, tempat ini sering dijadikan tempat penelitian dan  camping pecinta alam.

Tempatnya yang jauh dipedalaman serta jalanan yang kurang bagus sering membuat wisatawan enggan pergi kesana. Maklumlah, area perkebunan banyak Truck dan angkutan berat yang lewat jalan menuju Tangkahan. Namun hal itu akan terbayar bila kita menyaksikan keindahan dan kenyamanan Ekowisata yang satu ini.

Setelah sampai di Tangkahan, kamipun disambut seorang berpostur atletis dan berambut gondrong. Bang Ibob namanya kerap disapa, ia sering merangkap menjadi guide dan ranger. Kami bertanya sedikit tentang Tangkahan, ia dengan senang hati  menerang kan kepada kami ten- tang apa saja yang kami tanya. Kami berencana untuk bermalam di Tangkahan. Kebetulan banyak wisma yang kosong.Disini tarif peng-inapan berbeda-beda tergantung kapasitas kamar dan juga fasilitas nya. Menurut Bang Ibob, tarif penginapan disini berkisar dari Rp. 75.000 – Rp. 250.000. Kami sepakat untuk menginap disalah satu kamar wisma Jungle Lodge, dengan harga Rp.180.000,- satu kamar cukup untuk 6 orang. Perlu diketahui, listrik di Tangkahan hanya 5 jam saja, yaitu mulai dari pukul 18.00-23.00WIB, mereka menggunakan mesin generator untuk menghidupkan listrik.

Di malam hari, suara jangkrik dan arus sungai mengalun merdu di telinga, kamipun ber-gegas  ke restoran di pinggir sungai untuk mengisi lambung yang sudah keroncongan. Hanya ada sedikit restoran yang ada di Tangkahan. Menu yang ditawarkan spesial, mulai dari Nasi Goreng spesial, aneka Mie spesial, Salad, dan aneka menu Luar Negeri juga ada. Harga makanan dan minuman disini lumayan merogoh koceh. Harganya mulai dari Rp. 8.000 – Rp. 65.000.Maklum pusat pasar disini cukup jauh. Untuk sarapan pagi juga kami harus pesan terlebih dahulu.

Petualangan pun dimulai

Esok harinya, setelah sarapan. Kami menuju kesungai sekedar membasahi rambut dan mencuci muka. Kesegarannya membuat kami tak kuasa untuk menenggelamkan  seluruh badan kedalam sungai. Sekalian melihat ratusan kupu-kupu berwarna-warni yang bercengkrama di pinggir sungai, namun pagi itu kupu-kupu sudah bergegas mencari makan. Dan kamipun ketinggalan salah satu momen terindah di Tangkahan. Kami lanjutkan menelusuri sungai untuk mencari-cari sumber air panas.

Kamipun mengarah kesumber air panas tersebut. Tak berapa lama giliran kami menikmati sumber air panas. Airnya yang hangat tersumbul gelembung air yang berwarna putih hampir tak tercium bau belerangnya. Setelah puas menikmati air panas, kami lanjutkan kembali petualangan menuju penangkaran gajah.

Dipenangkaran gajah, terlihat dua ekor gajah yang sedang makan. Di ujung jalan terlihat para pawang sedang melatih berjalan anak gajah yang masih berumur beberapa bulan. Penangkaran gajah di Tangkahan merupakan aset rehabilitasi hewan yang dilindungi di Sumatera Utara. Selain dilestarikan, gajah-gajah tersebut dijadikan pemikat wisatawan, membawa wisata menjelajah hutan. Menurut pengelolah penangkaran gajah, untuk tracking menggunakan gajah, tarifnya Rp.300.000/orang dengan durasi waktu setengah jam. Berkeliling hutan hingga kembali lagi kepenangkaran ditemani seorang pemandu. Bagi yang ingin memandikan gajah dan mengelus gajah dikenakan tarif Rp.50.000.- “Asyik juga tuh gajah, dimandi-kan juga dapat uang,” gumamku dalam hati.

Cubbing

Penasaran dengan cubbing, kamipun menyewa pemandu cubbing beserta peralatannya. Cubbing merupakan wahana hiburan seperti arung jeram. Beberapa ban dirangkai menjadi satu, kemudian dikemudi-kan seorang pemandu cubbing. Harga untuk sewa cubbing Rp.15.000 per orang, biasanya cubbing minimal 3 orang.

Cubbing dimulai dari tempat yang paling hulu. Kami harus berjalan melewati tepi sungai menuju hulu sungai, Bebatuan besar diseberang sungai menambah kesan pedalaman, dengan ukuran dinding bangunan rumah menjadi tempat lumut dan akar-akar berjuntai.

Sekitar lima belas menit kami berjalan, akhirnya tempat start cubbing kami temukan. Kami dipandu satu persatu menaiki ban yang dirangkai seperti perahu karet. Kayu dayung perahu karetpun dimulai, laju perahupun dipercepat. Berteriak bukan karena takut, tapi rasa gembira meluap. Setelah itu kamipun diterjang kembali dengan riak air yang deras, teriakanpun semakin menjadi-jadi. Karena tak ada yang bisa berenang, perahu karet kami diarahkan ke riak air yang tak begitu deras. Perlahan laju perahu karet, pemandangan pun silih berganti. Kami pun disambut puluhan ekor monyet liar, yang sedang mencari makan diatas ranting-ranting pohon.

Diakhir petualangan cubbing, ternyata pemandu membuat kejutan. Perahu karet segera menjatuhkan kami semua, tanda petualangan  sudah berakhir.

Air Terjun

Ada dua air terjun, yaitu air terjun kampung dan air terjun besar, air terjun kampung lebih kecil dibanding air terjun besar  yang ada di dalam hutan. Karena waktu sudah siang,  kami putuskan untuk mengunjungi salah satunya saja, yaitu air terjun kampung.

Kamipun bergegas ke tempat itu, letaknya tak jauh.Rakit penyebrang yang merupakan  tempat finish cubbing. Di sebelah kanan sungai, hanya beberapa meter memasuki hutan. Terlihat airnya cukup deras walaupun ketinggiannya hanya beberapa meter saja. Akhirnya guyuran air terjun kampung, menjadi tujuan akhir petualangan di Tangkahan.

Menjelajah seharian penuh, membuat kesan yang tak terlupakan. Keindahan alamnya membuat rindu ingin kembali. Petualangan Tangkahan membuat ketagihan.

Jumlah kunjungan: 1006 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.