Kreatifonline.com– Arung jeram atau yang biasa disebut rafting mungkin bagi sebagian orang tidak termasuk kedalam daftar tujuan wisata. Selain memang arung jeram merupakan salah satu bagian dari olahraga air, arung jeram juga masih dianggap sebagai kegiatan ekstrem karena dapat memicu adrenalin sehingga memerlukan kekuatan fisik serta mental yang benar benar siap tempur.
Yah, mungkin sebagian dari kita sudah mengenal apa itu rafting. Rafting merupakan bagian dari olahraga air yang mengandalkan aliran sungai sebagai media pengarungannya. Namun jangan salah sangka, karena sungai yang digunakan untuk olahraga ini bukanlah sungai berarus normal seperti yang sering kita lihat di perkotaan. Seperti namanya (arung jeram) sungai yang digunakan untuk kegiatan ini adalah sungai dengan jeram-jeram yang tentunya memiliki grade tertentu.
Sei bingei, yah begitulah sungai ini biasa disebut oleh warga sekitar. Sungai yang terletak di kabupaten langkat tepatnya desa sei binge ini dapat kita temui jika kita melakukan perjalanan binjai – namu sira sira. Dari medan, lokasi arung jeram sei bingei dapat ditempuh dengan waktu berkisar 1-2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi lainnya (tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi jalan). Setelah melakukan perjalanan dari medan menuju binjai yang penuh dengan kemacetan karena didominasi oleh kendaraan besar, perjalanan dilanjutkan dari binjai menuju namu sira sira yang berbanding terbalik dengan perjalanan medan-binjai karena didominasi oleh pemandangan sawah dan ladang warga yang mayoritas bersuku karo.
Jika anda berfikir perjalanan ini akan melelahkan karena akan menyusuri jalanan pedesaan yang berbatu dan berdebu, maka anda harus berfikir ulang untuk memikirkan hal itu. Berbeda dengan jalanan pedesaan lain, jalanan yang kita lalui sepanjang titik awal Binjai (Binjai Super Mall) menuju desa sei bingei atau namu sira sira merupakan jalanan beraspal yang masih sangat mulus dengan udara segar dan pemandangan yang cukup memanjakan mata.
Setelah menempuh perjalan kurang lebih 30 menit dari titik awal binjai, kita akan disambut dengan plank nama yang bertuliskan RapidPlus Arung Jeram Sei Bingei yang merupakan petunjuk bahwa kita telah sampai di tujuan. Sesampainya di camp operator kita akan disambut dengan puluhan life jacket, dayung, dan perahu karet yang tersusun memenuhi ruangan, serta lapangan luas yang merupakan camping ground terbentang di sekitar camp operator. Selain itu kita juga disambut ramah oleh para guide yang akan memandu kita saat berarung jeram.

Mengandalkan jeram
Berbeda dengan lokasi arung jeram kebanyakan yang mengandalkan view tebing yang menjulang tinggi atau biasa disebut canyon disepanjang aliran sungainya, berarung jeram di sei bingei lebih mengandalkan sensasi jeram demi jeram yang dilalui. Ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa sei bingei dipillih oleh pengelola untuk menjadi arena arung jeram. “kenapa kita pilih di sei bingei ini ya karena kitakan menggunakan bagian dari alam apalagi air, jadi kita gak pernah tahu kapan air akan naik apalagi kalau tiba tiba air bah udah turun. Dari strukturnya sungai bingei inilah yang paling aman, kenapa? kita misalkanlah air bah tiba tiba datang jadi kita mudah untuk jalur evakuasinya karena kanan atau kirinya masih landai, memang dari view kita pasti kalah dengan lokasi lain tapi ya kembali lagi yang kita unggulkan disini ya sensai jeram itu sendiri”, ujar Feri Aldoni selaku marketing RapidPlus.
Sei bingei tentunya mengunggulkan karakteristik air yang memiliki pola tenang setelah jeram yang membuat kita penasaran dengan jeram yang akan kita lewati berikutnya. Meskipun sei bingei bukan merupakan sungai yang bersisikan tebing tinggi menjulang dikanan kirinya, namun kita tetap dimanjakan dengan pemandangan alami ala pedesaan yang penuh dengan tumbuhan-tumbuhan hijau. Pemandangan seperti ini dapat kita nikmati sepanjang pengarungan di sei bingei karena karakteristik air yang seolah memberikan kita jeda untuk bisa menikmati indahnya alam selain menikmati derasnya jeram yang kita lalui.
Let’s start
Setelah bersiap dengan segala perlengkapan (perahu, dayung, life jacket, dan helm), perjalanan dilanjutkan menuju starting point yang juga masih berada di desa sei bingei. Dengan menumpangi truk, peserta diangkut menuju starting point. Perjalanan ala off road dengan jalan sempit yang berkelok dan sesekali menanjak dengan view persawahan dan ladang milik warga kembali memanjakan mata.
Cukup lama perjalanan sampai akhirnya kita tiba di starting point. Arahan dara skipper tentang peraturan dan tata cara berarung jeram menjadi pembuka sebelum kita memulai untuk berarung jeram. Cara mendayung, posisi dan sikap badan saat terjatuh dan terbawa derasnya air, serta arahan arahan lainnya disampaikan. Suara aliran air terus mengiang ditelinga seakan memanggil untuk segera melakukan pengarungan.
Pengarungan dimulai dari starting point. Aliran air yang masih tenang mebuat rasa penasaran semakin besar, dan tak seberapa jauh sebuah jeram yang cukup besar menanti di depan mata. Jeram yang biasa disebut oleh para guide sebagai jeram selamat datang. Tak heran mengapa jeram tersebut dinamakan begitu, karena saat melewatinya jeram tersebut seolah menyampaikan salam perkenalan (selamat datang).
Jeram pertama berhasil ditaklukan. Semua peserta tampak sumringah bak kesatria yang berhasil menaklukan musuh. Air kembali tenang, membuat kami semakin penasaran dengan jeram-jeram yang akan ditaklukan berikutnya.
Jeram demi jeram berhasil ditaklukan sampai kami tiba di sebuah tebing batu yang menjulang cukup tinggi. Perahu karet dipinggirkan, pertanda bahwa kita ditantang untuk terjun bebas dari atas tebing batu setinggi kurang lebih lima meter itu. Tidak perlu khawatir untuk menaklukan tebing batu ini karena selain kita sudah dilengklapi dengan life jacket dan helm, skipper akan terus memandu dan mengawasi jika kita ingin melompat dari atas tebing batu yang dibawahnya mengalir sungai sei bingei yang segar dan jernih. Teriakan demi teriakan terdengar menggema menandakan adrenalin kami semakin dipacu.
Pengarungan dilanjutkan kembali. Derasnya arus sungai serta bebatuan yang menjulur dari dasar sungai membuat tubuh kita terhempas.

Tak perlu khawatir jika kita tidak bisa berenang karena selain peralatan yang savety, sei bingei tergolong kedalam sungai yang memiliki grade 2 – 3 yang merupakan grade yang ditujukan untuk wisata. “sei bingei sendiri memiliki grade 2 – 3 yang merupakan jalur wisata, jadi aman untuk rafter pemula yang gak bisa berenang. Karena kita juga menerima tamu mulai umur tujuh tahun”, papar jhony atau yang biasa dipanggil bg Jeje selaku marketing RapidPlus.
Track sepanjang tujuh kilometer dengan jeram jeram super dahsyat dan view persawahan yang cukup memanjakan mata dilalui selama kurang lebih dua jam. Sampai akhirnya kita tiba di titik akhir pengarungan. Sebuah bendungan besar dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat dan tinggi kurang lebih tujuh meter menyambut kita di pemberhentian terakhir. 1,2, dan 3 whuss, teriakan kembali menggema sampai seketika kami tiba di bawah bendungan. Jantung yang berdegup kencang tadi perlahan mulai kembali normal sampai akhirnya skipper membalikkan perahu dan semua peserta terjatuh ke sungai.
Dimanjakan dengan fasilitas
Setelah tiba di titik pemberhentian, kami kembali menuju camp operator yang bak coutage dengan konsep alami modern. Setiba di camp operator kami beristirahat sambil membersihkan badan sehabis berarung jeram. Suasana camp operator ditambah kamar mandi dan kamar ganti yang modern dan bersih membuat kita seperti sedang tidak berada di lokasi arung jeram.
Bersih bersih dan beres beres sudah dilakukan. Makanan sudah tersedia di meja makan. Perut yang lapar setelah cukup lama bermain di air membuat kami seperti singa yangt menyergap mangasnya saat kami melihat makanan yang tersaji di atas meja. Semua bisa kita dapatkan sesuai budget dan keinginan kita.”Ya kita pasti gak mau client kita kecewa jadi boleh saja kita mengusung konsep alam, tapi kalau untuk urusan kamar mandi kita buat yang sebaik mungkin”, ujar Feri Aldoni.
Jadi mulailah memberanikan diri anda untuk mencoba wisata yang memicu adrenalin dan sekali anda mencoba dipasstikan anda ingin mencoba lagi dan lagi. Tunggu apalagi !! segera masukkan arung jeram di sei bingei ke dalam daftar tujuan wisata anda jika anda menginginkan wisata sekaligus olahraga penghilang penat dan memicu adrenalin serta tidak jauh dari Kota Medan.

Jumlah kunjungan: 1563 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.