Medan – Kreatifonline.com Arsik merupakan salah satu masakan favorit orang Sumatera Utara. Ikan yang sering diarsik adalah ikan mas atau sering disebut dengan nama ikan mas bumbu kuning. Bumbu arsik sangat khas, beberapa diantaranya adalah andaliman, yang merupakan tanaman suku jeruk – jerukkan, memiliki aroma jeruk yang lembut namun menggigit sehingga menimbulkan sensasi mati rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada. Untuk hasil terbaik sebaiknya gunakan andaliman yang masih segar berwarna hijau dan hindari jika warnanya telah berubah menjadi kehitaman. Rempah ini mudah sekali berubah warna dan kehilangan aroma dan rasa uniknya karena itu harus disimpan di dalam kulkas.

Selain andaliman, arsik memerlukan bunga kecombrang, bunga kecombrang atau kincung ini mengeluarkan bau harum yang sedap dan umum digunakan dalam berbagai masakan. Dan juga asam celaka, tetapi bisa digantikan dengan asam kandis, asam gelugur atau perasan air jeruk nipis. Itu sebabnya citarasa arsik ini asin, asam, bisa juga pedas (tergantung ada atau tidaknya tambahan cabai).

Masakan yang satu ini adalah menu wajib setiap rumah tangga orang Batak baik yang masih tinggal di kampung halaman maupun yang sudah merantau. Seorang wanita Batak baru diacungi jempol sebagai seseorang yang jago masak jika masakan arsiknya sudah enak dan layak dihidangkan kepada para tamu.

Umumnya untuk masakan arsik ini digunakan ikan mas. Dipilih ikan ini karena ikan mas tinggal di air jernih dan berenang maju dalam kelompok tanpa saling bertubrukan. Filosofinya adalah mereka yang memakan ikan ini akan hidup dalam harmoni, ke hulu dan ke hilir, rukun sampai akhir umurnya. Untuk menu sehari-hari, bisa saja ikan mas diganti dengan ikan air tawar lain seperti mujair, lele atau nila.

“Bagi orang batak akrab dengan sebutan Dekke na Niarsik, berasal dari kata Dekke (Ikan Mas), Na Ni-Arsik (yang dikeringkan) arti secara keseluruhan adalah ikan mas yang dikeringkan. Mulai dari kelahiran, menikah hingga meninggal bagi orang Batak masing-masing memiliki prosesi yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Pada prosesi ini ada pesan adat yang harus disampaikan dan dekke na niarsik atau ikan mas arsik adalah wujud nyatanya. Yakni sebuah hidangan khas Batak yang menjadi simbol berkat kehidupan. Ikan mas yang diberikan haruslah dalam jumlah ganjil, satu, tiga, lima, dan tujuh.

Masing-masing jumlah ini memiliki arti sesuai dengan ketentuan adat Batak, adapun arti dari jumlah ini adalah satu ekor diperuntukkan bagi pasangan yang baru menikah, satu ekor ikan mas ini melambangkan harapan bahwa kedua orang yang mengikat diri dalam jalinan pernikahan tersebut telah menjadi satu. Ikan mas yang diberikan ini sekaligus melambangkan berkat – berkat dari orang tua yang melepas si gadis karena ia telah menjadi bagian dari keluarga suaminya. Ikan mas yang diberikan adalah ikan betina yang bertelur. Hal ini diwajibkan bagi pasangan suami – istri yang baru menikah sebagai pertanda bahwa orang tua si perempuan berharap agar borunya (anak perempuan) dapat memiliki anak yang banyak. Dalam hal ini yang dapat memberikan hanya kerabat dari pihak istri atau hula – hula saja yang boleh memberikan dekke na niarsik ini. Baik itu orang tua kandung, saudara laki-laki maupun komunitas marga dari pihak istri. Pihak hula-hula selain orang tua kandung hanya boleh memberikan ikan mas arsik ini pada acara umum adat Batak. Misalnya, ketika menempati rumah baru, malua dan sebagainya.

Tiga ekor bagi pasangan suami – istri yang mendapatkan anak, melambangkan bahwa telah bertambah satu orang anggota dalam keluarga tersebut. Satu ekor ikan untuk si Bapak, satu bagi ibunya, dan satu lagi untuk anak yang baru lahir tersebut. Lima ekor bagi orang tua yang sudah mempunyai cucu. Tujuh ekor diperuntukkan bagi pemimpin bangsa Batak saja, tetapi jarang dipergunakan dikarenakan jumlah ini dianggap sudah melewati batas masa kehidupan seseorang” ungkap Ibu Rosni, salah satu ibu rumah tangga bersukukan batak.

Selain memiliki makna adat tersendiri bagi orang Batak, ikan arsik ini tak kalah enak dengan makanan – makanan khas daerah lainnya. Bagi anda yang tinggal disekitaran pancing dan sekitarnya tidak perlu jauh – jauh mencari tempat makan yang ikan arsiknya nikmat, di jalan rela tepatnya di depan Gereja Bethel Indonesia yang bertuliskan RM Batak tersedia ikan arsik yang enak.

“Banyak pengunjung yang mengatakan bahwa arsik disini enak, tapi memang tidak ada resep yang khusus sih, seperti arsik biasanya saja dengan bahan – bahan seperti andaliman, cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, asam cekala, dll” ungkap ibu pemilik RM Batak yang bermargakan Parapat itu.

“Ini pertama kalinya saya makan disini, tadi saya makan ikan arsiknya. Enak banget, pas rasanya tidak terlalu pedas kebetulan saya kurang suka masakan yang pedas, asinnya pas, asamnya pas, gurih juga. Mantap deh.. mungkin saya bakal lebih sering makan kesini lagi kali ya” ungkap Clara, salah satu pengunjung yang menikmati masakan arsik”.

Setiap harinya RM Batak selalu dipadati pengunjung khususnya dari kalangan mahasiswa, karena memang harganya yang terjangkau hanya Rp9000 per porsi yang dilengkapi dengan sayur dan sup. RM Batak ini di buka hari Senin – Sabtu dari pukul 08.00 – 21.00 WIB kecuali jika hidangan sudah habis akan ditutup lebih awal.

Jumlah kunjungan: 1707 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.