Kreatifonline.com, Medan – Para pengguna smartphone yang baru-baru ini dikabarkan dengan rilis OS Lollipop 5.0 yang telah dikeluarkan oleh Google dari sarang Silicon Valley. Kabar kehadiran si ‘manis’ ini mulai dianginkan dari bulan Juni pada acara tahunan Google I/O di San Francisco dengan nama samaran Android L. Rilis terakhir dari generasi terbaru ini pada tanggal 2 Desember 2014. Walau demikian, belum semua merek smartphone telah menggandeng OS ini sebagai daya tarik bagi pencintanya. Smartphone pertama yang mengusung OS ini adalah Nexus 6, yang merupakan keluaran dari Google. Hal ini wajar saja karena hak paten belum disebar bagi smartphone lainnya dan ini menguntungkan pihak Google dalam merilis Nexus sebagai smartphone pertama yang menggunakan Android L.

Sebelumnya, rumor beredar bahwa generasi setelah KitKat akan diberi nama Lemon Meringue Pie dan pilihan akhirnya jatuh pada Lollipop karena Google cenderung memberi nama kue dan snack manis pada OS keluarannya. Jadi, bagi para pengguna smartphone mungkin penasaran, fitur apa saja yang ditawarkan Google kali ini. Berikut ulasannya.

  1. Lollipop merombak desain secara keseluruhan. Kali ini, Lollipop memperkenalkan bahasa yang mereka sebut sebagai Material Design. Desain ini mengandalkan warna-warna cerah dengan animasi yang nyata.
  2. Pemberitahuan yang lebih maju. Lollipop kali ini mengusung “Heads Up” sebagai solusi bagi penggunanya untuk menyortir notifikasi yang ingin ditampilkan di banner. Sehingga pengguna tidak merasa terganggu dengan banyaknya notifikasi yang muncul.
  3. Sistem runtime yang segar. Dibandingkan dengan pendahulunya yang menggunakan sistem runtime Dalvik, kali ini Lollipop menawarkan Android Runtime (ART) yang memiliki performa lebih cepat. Akan tetapi crash bisa terjadi jika pengguna menjalankan aplikasi lama yang tidak di-update.
  4. Android Kill Switch. Ketika penggunaka ingin meningkatkan keamanan pada smartphone-nya, maka dengan fitur Factory Reset Protection, pengguna akan menggunakan password yang telah di-set.
  5. Era komputasi 64-bit. Setelah iPhone 5s mengusung arsitektur 64-bit, maka Android Lollipop mensejajarkan diri.
  6. Hemat Baterai. Baterai sering menjadi masalah dalam menjalankan smartphone. Hal ini menjadi perhatian Google, melalui Project Volta, si manis memiliki mode battery saver yang baru sehingga pengguna tidak harus kebakaran jenggot untuk mengisi ulang baterai.

Jadi, Apakah OS Lollipop ini cukup manis untuk smartphone Anda?

 

Jumlah kunjungan: 17 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.