Medan – Kreatifonline.com

“Oh maaf, saya sedang masak, satu jam lagi telpon saya ya”, sambut beliau dengan suara yang lembut. Dra. Ana Rahmi,M.Pd, ketika pertama kali tim kreatif menghubunginya. Seketika terbenak membayangkan makanan yang sedang dimasak beliau, hmm… pasti nyummy !
‘Bu Ana’ begitu sapaan akrab mahasiswanya, memiliki komitmen “Dapur tidak bisa diserahkan kepada orang lain”, karena menurutnya bila masak dengan tangan sendiri ada kepuasaan batin yang tak terbayar. Beliau juga menyatakan bahwa setiap hari Sabtu adalah “Hari Belanja Nasional”, wah.. sebuah ungkapan yang membuat tim kreatif tersenyum lebar.
Tak salah memilih beliau sebagai narasumber. Selain sebagai dosen tata boga di kampus tercinta kita, perempuan yang besar di daerah Asahan, Kab. Batubara ini adalah satu-satunya perwakilan perempuan di Tim Teknis Untuk Badan Ketahanan Pangan Kota Medan dan Provinsi bagian pengolahan pangan lokal.
Ibu cantik dari 4 orang anak ini sudah menggeluti bidang kuliner selama tiga puluh tahun. Wooow, sungguh bukan waktu yang singkat. Ketelatenannya selama ini menjadikannya dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Kepala Laboraturium Tata Boga Unimed selama dua periode (2006-sekarang). Baginya, mengelola laboratorium tersebut adalah salah satu bentuk kasih sayang pada jurusan yang ditekuninya. Sebagai pengabdiannya, pada awal-awal menjabat selama kurun waktu beberapa tahun tak jarang perempuan kelahiran Medan, 18 Desember 1963 ini pulang melebihi jam kerja. Hal ini dikarenakan belum ada staff yang ditugaskan untuk membantunya mengelola laboraturium tata boga tersebut. Pulang larut malam adalah hal biasa baginya. Padahal usianya sudah tak muda lagi, tetapi beliau tetap melunasi tanggung jawabnya. Beliau yang membuka pintu, beliau pula yang menutupnya. Sang suamipun setia menjemput dikala angin malam bersiap menemani perjalanan pulang mereka.
Perempuan berkulit kuning langsat ini juga sering di undang menjadi narasumber tingkat Nasional pada acara Cooking Demo Class. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya di Sumatera Utara, beliau juga sudah mengelilingi sebagaian provinsi di Indonesia sebagai satu-satunya wakil perempuan utusan Provinsi Sumatera Utara. Luaaar biasa! Selain untuk menambah wawasan dan pengalaman di bidang kuliner, tugas mulianya ke luar provinsi yaitu untuk memperkenalkan budaya lokal melalui kuliner khas Sumatera Utara agar tidak tersingkir oleh kuliner pendatang dari luar provinsi maupun kuliner mancanegara.
Sebagai pemerhati kuliner, perempuan yang mengenyam pendidikan S1 dan S2 di Unimed ini berharap adanya kerjasama dari pihak pemerintahan setempat untuk membuka stand kuliner khas dari semua kabupaten di Sumatera Utara. Hal ini sudah lama menjadi perencanaannya untuk memperkenalkan dan menjaga eksistensi kuliner khas daerah kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Jumlah kunjungan: 1072 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.