Unimed, Senin (25/9). Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan bersama dengan Young Interfaith Peacemaker Community Medan, mengadakan Diskusi Interaktif yang mengangkat tema tentang perdamaian. Dengan tujuan untuk mengajak peserta diskusi menjadi agen perdamaian dunia. Sebelumnya, acara ini sudah berlangsung selama 3 hari yang diadakan di Vihara cemara asri dan pengungsian Rohingya di Simalingkar.

Memang perdamaian antar umat beragama lagi gencarnya untuk diperbincangkan. Apalagi semenjak kasus Rohingya yang terjadi di Myanmar yang kerap disangkut pautkan dengan masalah ras, suku, dan agama. Maka untuk itu diadakanlah diskusi interaktif ini untuk menyatukan kembali rasa toleransi antar ummat beragama. Pada sesi pertama, pemateri membahas bagaimana perdamaian antar manusia menurut islam. Sesuai yang telah dituangkan dalam kitab suci Al Qur’an, bahwa sudah sepatutnya kita sebagai umat islam untuk menghargai seluruh karya Tuhan. Termasuk segala perbedaan yang telah di ciptakan-Nya, agar kita dapat saling mengenal satu sama lain.

Kemudian beliau juga membahas bagaimana perdamaian di dalam ajaran agama Kristen. Pada kitab suci Injil, diajarkan untuk menyayangi semua umat, baik itu keluarga bahkan musuh sekalipun. Maka jelaslah bahwa tidak ada agama yang mengajarkan permusuhan. Selain pemateri, moderator juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Ada hal yang menarik, saat peserta bertanya mengenai apa itu kamu kafir yang mengaku pernah mendengar bahwa kaum kafir adalah kaum diluar kaum Islam. Dan pemateri menjawab bahwa kaum kafir itu ada 2 jenisnya. Yang pertama adalah kaum yang tidak mengakui adanya Tuhan. Yang kedua adalah kaum yang mengakui Tuhan tapi bersikap seperti tidak memiliki Tuhan seperti, para koruptor.

Diskusi yang mulai dengan hawa panas berakhir dengan game dan do’a yang dipandu oleh moderator. Peserta juga diajak berfoto bersama sambil menunjukkan harapan yang sebelumnya dituangkan dalam kertas yang telah diberikan panitia.

Jumlah kunjungan: 18 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.