Menjadi mahasiswa instansi pendidikan tidak serta merta menutup kemungkinan bagi seseorang untuk berwirausaha sejak dini. Apalagi, usaha yang digeluti berhubungan dengan bakat dan jurusan sang founder. Sesuai dengan pepatah terkenal “ Pekerjaan paling asyik itu hobi yang dibayar” dari Walikota Bandung saat ini, Ridwan Kamil. Yup, hal menyenangkan ini sudah setahun empat bulan dijalankan oleh kedua mahasiswa Unimed yang berasal dari jurusan Seni Rupa Reguler B 2012, Muhammad Hasby Amri Khairi dan rekannya Panji Sapto Setyo dari jurusan Matematika Reguler 2012. Kedua mahasiswa yang sedang sama-sama di semester akhir ini mendirikan usaha bernama Gunnery Artwear yang bergerak di bidang kaus sablon. Untuk pembagian tugas produksi, Hasbi bertugas menggambar desain sebagai pilihan dalam mencetak kaus serta Panji yang bertugas sebagai pengelola usaha.
Bermula dari hobi mengoleksi kaus dari produk ternama, Hasbi dan Panji terinspirasi untuk memproduksi kaus dengan desain buatan sendiri.

“ sejarahnya mendirikan usaha ini, karena kami nggak mau terus pakai merek orang.” katanya sambil tertawa.
Di sela-sela wawancara, Hasbi juga menyebutkan harga kaus lengan pendek all size sebesar Rp. 105.000,00 sedangkan kaus lengan panjang sebesar Rp. 120.000,00. Ketika ditanya mengenai promosi usaha, mereka berdua mengatakan bahwa produk kaus sudah dipromosikan di media sosial seperti instagram dan melalui endorse.

“ Promosi sejauh ini masih melalui instagram, lalu ada dua band yang udah jadi endorse kaus kami sih, band medan namanya Orator sedangkan band Malaysia namanya sekumpulan orang gila. ” tuturnya. Rekannya, Panji menambahkan bahwa promosi melalui endorse tersebut dikenalkan oleh teman-teman mereka yang kebetulan mengenal anggota Band yang bersangkutan. Sebagai reward, mereka hanya menyediakan kaus produksi kepada sang model.

Hasbi menyebutkan pengeluaran awal yang digunakan adalah untuk membeli kaus, packaging, dan stiker ongkos kirim. Untuk produksi kaus, usaha ini belum memiliki mesin pencetak sendiri sehingga mereka mengirim desain kepada Vendors.
“ kebetulan kami kenal Vendors di Jawa, jadi tinggal lempar desain dan mereka kirim hasilnya ke kita ”

Biaya awal yang dikeluarkan berasal dari kocek mereka berdua, yang keuntungannya di investasikan untuk pelengkap produksi kaus yang dikelola oleh keduanya.
“ Alhamdulillah, hasilnya dapat menutupi ongkos kirim, modal juga sudah tertutupi, dan dananya terus kami putar supaya bertambah terus” kata Hasbi.
Baik Hasbi maupun Panji, merasa bersemangat dalam menjalankan bisnis seperti ini. Bahkan jika ditanya memilih menjadi guru atau pengusaha, mereka kompak mengatakan bahwa menjadi pengusaha adalah prioritas utama.
“ kita nggak perlu muluk-muluklah, jangan mikir habis banyak dana, jalanin aja dulu. Walau modal awal sedikit, keuntungan sedikit, ya lama-lama bakal kenal kok. Anggap aja investasi masa depan. Jadi jangan dikesampingkan, deh. ” tutur mereka .
Guys, berminat untuk mencoba kaus produksi Gunnery Artwear? Follow instagram mereka di @gnnryofficial atau invite pin BBM 7C3F17C.

Jumlah kunjungan: 163 kali

Bagikan

5 Responses

    • Lusty

      fungsi berita untuk memberitahukan, kalau bisa memberikan motivasi kepada pembaca, mengapa tidak sekaligus menawarkan pembaca tentang iklan ini supaya pembaca mengetahui produk yang ditawarkan. Ya kan? thanks

      Balas
  1. maran

    ak perlu muluk-muluklah, jangan mikir habis banyak dana, jalanin aja dulu. Walau modal awal sedikit, keuntunOmega replicagan sedikit, ya lama-lama bakal kenal kok. Anggap aja investasi masa depan. Jadi jangan dikesampingkan, deh. ” tutur mereka .
    Guys, berminat untuk mencoba kaus produksi Gunnery Artwear? Follow instagram mereka di @gnnryofficial atau invite pin BBM 7C3F17C.

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.