Kreatifonline.com – Medan (28/10) Ruangan sudah mulai diramaikan oleh undangan ketika kami masuk dan mencari tempat duduk. Tepatnya pada hari Sabtu 25 Oktober 2014, di ruangan royal 1 Hotel Asean Internasional Medan dalam acara Festival Film dan Teater Anak Sumatera Utara 2014. Satu persatu kami mengisi buku tamu yang sudah mulai dipenuhi oleh nama – nama dari tamu undangan, peserta dan wartawan yang menjadi media partner dalam acara Festival Film dan Teater Anak Sumatera Utara 2014.
Acara belum dimulai, para tamu dan panitia tampak seliweran didalam ruangan. Ada yang mencari posisi duduk yang nyaman, ada yang sibuk mencari teman, dan ada juga yang sibuk menyusun posisi duduk dan mengarahkan tamu yang baru tiba. Ruangan semakin riuh dengan adanya boot foto yang diperuntukan untuk tamu yang datang. Masing-masing dari mereka sibuk mengambil posisi terbaik untuk mendapatkan angle yang tepat agar hasil jepretan pun juga baik.
Jam menunjukkan pukul 15.13 saat MC mulai membuka acara. Seketika semua mata tertuju kearah panggung yang tidak terlalu besar namun meriah, yang tepat berada didepan kursi tamu. Satu persatu acara disuguhkan kepada para hadirin, mulai dari penampilan beatbox, musik rapp, suffle dance, dan tarian tradisional pun tak lupa disuguhkan untuk membuka acara pada hari itu. Satu hal yang luar biasa dari rangkaian acara pada hari itu adalah hampir semua pengisi acara dan sebagian besar dari para tamu serta peserta festival merupakan anak – anak yang berdomisili di Sumatera Utara, khususnya kota medan.
Kata sambutan dibuka oleh perwakilan gubernur sumatera utara serta dilanjutkan oleh ketua panitia penyelenggara acara Festival Film dan Teater anak Sumatera Utara 2014. Acara dilanjutkan dengan pembacaan nominasi film dan teater anak bagi mereka yang mendapatkan penghargaan dalam penganugerahan tersebut. Selanjutnya, acara diisi kembali oleh penampilan teater dari anak anak SKA (Sanggar Kreatifitas Anak) PKPA Medan.
“kami ingin memberikan wadah untuk kreatifitas anak, baik pelajar ataupun yang belum berkesempatan mengenyam dunia pendidikan tanpa melihat miskin atau kayanya, karena PKPA memiliki banyak anak dampingan yang tidak bersekolah”, ujar Ismail selaku panitia penyelenggara FFTASU 2014. Beliau juga menambahkan bahwa pihak penyelenggara festival ini ingin melihat kreatifitas anak anak Indonesia dalam berkarya, melainkan bukan hanya menikmati karya orang lain. Ditambah dengan perkembangan teknologi yang semakin meluas jaringannya di Indonesia, tentunya akan membuat anak anak Indonesia miskin kreatifitas.
Festival Film dan Teater Anak Sumatera Utara kali ini merupakan kagiatan yang dilakukan rutin setiap tahun dan untuk tahun ini sudah memasuki tahun ketujuh. Para peserta juga berasal dari beberapa daerah di Sumatera Utara seperti Medan, Deli Serdang , Nias, dan Langkat. Rata-rata peserta berasal dari komunitas yang ada di sumatera utara. sesuai denghan nama kegiatannya rangkaian kegiatan yang dibuat tentunya berhubungan dengan film dan teater. Untuk film terdiri dari dua kategori, yaitu film fiksi dan documenter karya anak – anak sumatera utara. untuk film sendiri pesertanya sebanyak 12 kelompok/komunitas dengan 14 film yang dilombakan dan untuk teater sebanyak 9 kelompok/komunitas.
Selain itu kegiatan ini juga ditujukan untuk menjadi media kampanye perlindungan anak yang memang semakin gencar dilakukan mengingat semakin banyak kekerasan yang terjadi terhadap anak – anak di Indonesia.juga untuk menumbuhkembangkan kreatifitas anak – anak yang ada di sumatera utara, sehingga anak- anak Indonesia tidak terbelenggu oleh dunia teknologi yg semakin ganas dengan berani membuat dan menampilkan kreatifitas mereka.
“Kami harap pemerintah lebih memperhatikan anak anak di sumatera utara dengan memberikan wadah yang layak khususnya dibidang teater dan film bagi anak – anak yang berbakat untuk berkreatifitas” ujar Habib dan yudi sebagai peserta FFTASU 2014.

Jumlah kunjungan: 1727 kali

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.