Medan – Kreatifonline.com, Tarikan senyuman di wajahnya membentuk lekukan pada lambang di depan restoran fast food McDonald’s. dari dulu sampai sekarang, mulai waktu jadi karyawan sampai jadi manager, senyumnya tetap sama. Dialah Abdilah, si pengantar fast food yang nail apangkat jadi manager McDonald’s.

Abdilah Saufi adalah seorang karyawan di perusahaan fast food Mcdonald’s. pria ini kerap dipanggil Adil ini baru saja diangkat menjadi manager sah satu cabang restoran tersebut. Padahal dulu ia hanyalah seorang pengantar pesanan yang beruntung mendapat kesempatan belajar si Singapura atas rekomendasi dan dibiayai oleh perusahaan Mcdonald’s. akan tetapi, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menjadi orang seberuntung dirinya. Keberhasilan Adil diraih setelah melalui jalan yang berliku. Cerita hidupnya mirip kisah sukses klasik, dengan kronologis waktu kecil hidup susah, muda penuh dengan perjuangan, dan pada akhirnya menikmati sukses didambakan setiap orang.

Pria kelahiran 27 September 1987 ini memang berprestasi sejak SD sampai SMA. Gelar juara umum tetap digenggaman sebagai tanda prestasinya gemilang. Ironisnya, gemilang itu tidak ada dalam kehidupan keluarganya. Ayah dan Ibunya adalah pedagang yang gulung tikar karena krisis ekonomi tahun 1988. Dari delapan anak yang ada dalam keluarganya, hanya empat orang yang sehat rohaninya hal ini memaksa keluarganya untuk pindah dari Desa Banjar, Asahan ke kota Tanjung Balai, berusaha mengadu nasib diantara dengungan-dengungan kapal di Panton. “Ayah saya adalah seorang pejuang hidup. Ia rela mengerjakan apa saja demi keluarganya. Itulah  yang mendorong saya untuk jadi pekerja keras. Saya bangga pada beliau,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup. Adil harus membantu Ibunya berjualan makanan ringnan di Pelabuhan Panton, Bagan Asahan. Hasil yang tak seberapa itu hanya bisa untuk makan sepuluh anggota keluarga. Untuk uang sekolah, Adil mengandalkan beasiswa dari sekolah yang memaksanya untuk belajar keras agar dapat peringkat juara kelas.
Bekerja di McDonald’s (McD)

Tahun 2005, Adil tamat Sma dan melanjutkannya ke Politeknik Negeri Medan. Keadaan ekonomi yang memburuk memaksanya bekerja banting tulan di kota Medan. Mulai dari guru les, penjaga warnet, dan tukang antar Koran, semuanya dilakukan oleh Adil.

Pada awal tahun 2006, seorang teman di kampusnya meyarankan untuk melamar pekerjaan di McD karena sedang ada lowongan. Walau ragu, Adil tetap mencobanya. Untungnya dia diterima dan menjalani traingin selama 2 minggu. Awalnya, Adil mendapat posisi sebagai pengantar pesanan untuk shift malam karena McD adalah restaurant yang melayani 24 jam. “Awalnya berat menjalani shift malam, capek, masuk angina, tidak tidur, tapi kerasnya hidup menagajakan saya untuk tidak manjaSaya jalani semuanya dan Alhamdulillah., ini hanya berjalan sampai dua bulan,” paparnya sambil tersenyum.

Setelah dua bulan menjadi “Fast Abdillah” Adil menukar jadwalnya ke shift siang. Dengan gaji 800 ribu rupiah, Adil bisa membiayai hidupnya di Medan, membiayai kuliahnya, dan selebihnya dikirim ke kampung buat keluarganya.
Ke Singapura

Tak sia-sia, kerja kerasnya menarik perhatian sang manager McD tempat Adil bekerja untuk mempromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Untuk itu, dia harus menjalani pendidikan dua tahun di negeri tetangga, Singapura. Pucuk dicinta ulam pun tiba, tawaran itu datang ketika dia sendang masa skripsi. Begitu dirinya wisuda pada Maret 2008, Adil mengikuti beberapa prosedur yang ada dan langsung berangkat dengan semangat yang berapi-api.

Sampai di Singapura, kehidupan Ali jadi berubah. Sempat mengalami Culture Shock, Adil terus berusaha beradaptasi. Sambil belajar, para karyawan juga tetap bekerja di perusahaan tersebut. Dua tahun dijalani dengan perlahan tapi pasti

Hampir genap dua tahun, Adil tidak pernah pulang ke Indonesia. Kontrak mengikatnya untuk tetap berada di Singapura. Awal bulan April lalu, Adil pulang ke Indonesia dengan status yang berbedan dari saat dia berangkat ke Singapura. Taka da yang berubah dari pribadinya yang ramah. Tetap seperti dulu, seorang pengantar pesanan fast food yang tersenyum.

Jumlah kunjungan: 1188 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.