Kreatifonline.com – Medan – Mantan pimpinan KPK 2003-2007, Erry Riyana Hardjapamekas turut berpartisipasi dalam diskusi musikal anti korupsi bersama Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) dan Band Simponi kepada sekitar tiga ratus peserta diskusi musikal. Dalam pengantarnya, beliau menjelaskan bahwa untuk memberantas korupsi, KPK  sudah melakukan beberapa cara demi menyelamatkan uang negara.

“Masalah pemberantasan korupsi butuh pembinaan, sebenarnya  sudah dilakukan pencegahan oleh KPK, namun kurang disorot oleh media. Media kebanyakan menyorot siapa yang ditangkap (koruptor) dan bagaimana kasusnya,” ungkapnya sembari menjawab pertanyaan salah satu peserta.

Melirik kasus korupsi yang mulai membabi-buta di Indonesia, lelaki yang pernah meraih penghargaan pertama sebagai sosok anti korupsi oleh BHACA pada tahun 2003, Erry Riyana, mengajak peserta  diskusi dengan mengutarakan pendapatnya mengenai langkah dini pencegahan anti korupsi.

“Langkah awal dalam pencegahan yaitu kebersihan (dari kasus korupsi) dan disiplin diri. Karena perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Kita tidak akan miskin kalau kita jujur. Contohnya, Bung Hatta, beliau kaya akan teladan dan penghargaan (sebagai sosok pemimpin yang bersih dari korupsi),” demikian beliau berujar dalam gedung utama Taman Budaya Medan, Jumat (27/11).

Dengan adanya diskusi pendidikan anti korupsi ini, Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) dan Band Simponi yang bekerjasama dengan Persma Kreatif Unimed berharap bahwa peserta yang hadir dalam diskusi tersebut tidak akan menjadi calon koruptor, melainkan calon pemimpin yang berkepribadian jujur dan bersih seperti sosok bung Hatta.

Jumlah kunjungan: 168 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.