Kreatifonline.com, Medan – Universitas Negeri Medan memang termasuk Universitas yang diperhitungkan di kancah Nasional maupun Intenasional, sesuai dengan visi UNIMED yaitu Menjadi Universitas yang Unggul di Bidang Pendidikan, Rekayasa Industri dan Budaya, UNIMED mendapat kepercayaan untuk membimbing dan mendidik mahasiswa luar negeri untuk belajar mendalami bahasa Indonesia bersama mahasiswa Indonesia lainnya. Tak khayal jika sejak awal tahun ajaran baru 2015/2016 tepatnya pada bulan September lalu, lingkungan UNIMED diwarnai panorama baru dengan munculnya wajah-wajah asing yang sebelumnya tak pernah terlihat di sekitar UNIMED. Ya, mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang datang dari berbagai Negara maupun Benua untuk belajar mendalami bahasa persatuan bangsa Indonesia yaitu Bahasa Indonesia.
Mereka ada yang berasal dari Benua Asia maupun Benua Eropa yang berjumlah tujuh orang. Dan mereka adalah Jin dari Thailand, Pet dari Laos, Takuya dari Jepang, Hoang Chi Phung dari Vietnam, Winni dari Vietnam, Sarbouz dari Tajikistan dan Klim dari Rusia. Mahasiswa luar negeri ini mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia selama satu tahun belajar di UNIMED. Jika kita tilik lebih dalam lagi, ternyata kedatangan mahasiswa luar negeri ini memberikan banyak aura positif untuk Indonesia terutama mahasiswa UNIMED sendiri. Bagaimana tidak, mereka datang dari Negara yang berbeda-beda, dan tentunya memiliki cultural yang berbeda dengan kita di Indonesia, secara tidak langsung kita bisa mengetahui dan mempelajari budaya mereka masing-masing tanpa harus menginjakkan kaki di Negara mereka. Selain itu kesempatan besar juga bagi kita untuk mengenalkan kekayaan dan keunikan Indonesia, salah satunya adalah bahasa. Mahasiswa-mahasiswa UNIMED berasal dari suku yang berbeda-beda, namun kita tetap menggunakan bahasa persatuan untuk berkomunikasi dengan lainnya, kekayaan dan keunikan bahasa inilah yang kita perkenalkan kepada mereka, agar nantinya bahasa Indonesia dapat lebih diterima dikancah International.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kedatangan para mahasiswa asing ini tentunya karena mereka memiliki ketertarikan sendiri dengan Indonesia. Hal ini diakui secara langsung oleh salah satu dari mereka yaitu Hoang Chi Phung, mahasiswa yang berasal dari Vietnam ini mengaku sangat tertarik dengan bahasa Indonesia, “Bahasa Indonesia itu sangat unik dan enak untuk diucapkan, jadi saya sangat menyukai Bahasa Indonesia”. Mahasiswa pecinta taiso ini juga mengaku sudah mulai terbiasa berteman dengan mahasiswa UNIMED lainnya.
Hal senada juga dilakukan oleh temannya yaitu Klim yang berasal dari rusia. Ketertarikannya dengan Bahasa Indonesia dan mengikuti jejak kakekknya yang pernah bekerja di Indonesia membawanya untuk mendalami Bahasa Indonesia dengan mengikuti program pertukaran pelajar International. Dengan mengambil jurusan Bahasa Indonesia di UNIMED, otomatis Klim dan teman-temannya ditempatkan di Fakultas Bahasa dan Sastra, namun tidak menutupi mereka untuk berteman dengan mahasiswa lainnya, terbukti dengan kegiatannya dalam mengisi waktu luang untuk mengajarkan Bahasa Inggris kepada teman dekatnya yang berasal dari jurusan Bahasa Jerman yang berjumlah 4 orang secara gratis. Kegiatan ini dapat membuat keakraban mereka lebih erat, selain itu juga dapat memberikan aura positif bagi mereka, dalam Ilmu Pengetahuan khususnya.
Seperti yang di lontarkan oleh Feri, Mahasiswa UNIMED jurusan Bahasa Jerman stambuk 2011, “mereka sangat welcome dengan kami, khususnya Klim, awalnya kami tidak saling mengenal, namun setelah diperkenalkan oleh dosen kami kepada mahasiswa asing ini, akhirnya mereka tanpa kami minta langsung bersedia mengajarkan kami Bahasa Inggris dan Spanyol secara gratis untuk saya dan teman-teman saya”, kegiatan ini membuktikan bahwa perbedaan tidak menjadi kendala bagi mereka untuk belajar bersama dan menjalin persahabatan.
Selama satu semester berjalan, mahasiswa asing ini mendapatkan berbagai pengalaman uniknya di UNIMED. Mulai dari keterasingan yang dialami maupun proses belajar yang berbeda tentunya. Menurut Klim “untuk dibidang pendidikannya UNIMED belum cukup baik, karena waktu perkuliahannya sangat sedikit, jadi saya belum cukup waktu untuk memahami pelajaran yang diberikan dan hanya sedikit yang bisa saya pahami”. Itu kesan yang kurang baik dialami oleh Klim, Hal ini dikarenakan perbedaaan jadwal perkuliahan yang lebih ketat di Rusia dibandingkan dengan UNIMED, namun Klim mengakui fasillitas yang ada sangat baik untuk dirinya dan teman-temannya, seperti kolam renang dan kehebatan dari Digital Library, selain itu mereka juga mengakui keindahan alam UNIMED dengan kerindangan pohonnya yang membuat mereka sangat nyaman.
Keberadaan mahasiswa asing ini benar-benar memberikan panorama yang baru di lingkungan UNIMED. Walaupun mereka berbeda dari mahasiswa UNIMED lainnya, namun mereka mencoba membuka diri untuk saling berbagi, hal ini disambut terbuka oleh mahasiswa UNIMED, sehingga menjadi jembatan yang baik untuk menciptakan sebuah persahabatan yang baik dari perbedaan yang ada, dengan saling melengkapi kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Jumlah kunjungan: 101 kali

3 Responses

  1. idham

    Sejak tahun 2000 juga sering ada Mahasiswa asal Malaysia yang tersebar di beberapa fakultas dan jurusan di Unimed. Tapi kurang dapat respon.
    Semoga ini bisa menjadi tolok ukur bagi Unimed untuk menjadi Kampus yang modern.

    Balas
    • Lusty Ro Manna Malau

      iya, maka dari itu kami akan selalu berusaha untuk menginformasikan berita seputar mahasiswa yang berkuliah di Unimed. Trims idham atas responnya.

      Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.