Kreatifonline.com, Unimed – Pujian adalah ujian. Namun terkadang banyak orang yang lupa diri pada saat mereka dipuji dan menganggap dirinya tidak akan pernah terkalahkan. Tetapi tidak dengan Atar. Pria yang lahir di Kampung Patipi Papua ini sangat rendah hati, memiliki agama yang kuat dan selalu memberikan manfaat buat orang lain. Masyarakat Patipi hidup dalam jejaring kepercayaan yang sangat kuat tentang hukum sebab-akibat dan hampir dapat dikatakan, kenyataan yang terjadi di Patipi dibentuk oleh kekuatan spiritual bersama. Untuk mencirikan Atar, gadis-gadis Patipi biasa berkelakar dengan sebuah syair berbahasa Arab dari kitab Barzanji: Alifiyu al-anfi mimiyu al-fami nuniyu al-hajib. Hidungnya seperti alif, bibirnya seperti mim dan alisnya seperti nun. Tentu saja kelakar tersebut sangat rahasia, terlindungi dengan aman di antara jejaring perbincangan para gadis. Jika sampai tetua-tetua tahu soal itu, pasti mereka murka, menganggap gadis-gadis Patipi tak tahu adat dan bisa kena tulah.

Meskipun banyak orang yang merendahkan dirinya dan menuduh dia telah berbuat hal yang memalukan, yakni berbuat hal yang kurang ajar dengan mengganggu Nueva Guinea Garamatan gadis tersohor di Patipi, gadis berdarah campuran Papua-Parsi, yang gigih memegang adat-adat orang Patipi yang tidak lain adalah kekasihnya. Dia terpaksa harus pergi dari kampung Patipi, merajut kehidupan yang baru seorang diri, kuliah di Universitas Cenderawasih dan berharap suatu saat nanti Tuhan pasti akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Dia mencintai Nueva tanpa syarat, sedemikian besar cintanya hingga teman wanita di kampusnya bernama Aitana tidak bisa menggantikan posisi Nueva. Aitana memilih untuk terluka dengan mendengar penjelasannya  dari pada tidak tahu tentang sejarah  Seruling Beribawa yang selalu dibawanya, Seruling simbol cinta kasih seorang gadis bernama Nueva.

Novel debut karya Dzikry el Han ini disajikan dengan diksi-diksi yang menawan menjadikan novel ini mengandung hikmah yang menelusupi hati tanpa kita sadari. Pembaca diajak menemani sang tokoh utama menelusuri alur kisah hidupnya dan kembali mengingatkan kita tentang konsep perdamaian leluhur yang semestinya dijaga. Bersiaplah tenggelam bersama emosi ketika menyelam dalam kisah para tokoh ciptaan .

Jumlah kunjungan: 69 kali

Bagikan

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.