Medan – Kreatifonline.com Pemuda merupakan kunci dari sebuah kesuksesan dalam suatu Negara. Salah satu kesuksesan yang diharapkan suatu Negara dari pemuda ialah mampu bersaing di dunia internasional dengan membawa nama bangsanya sendiri. Indonesia juga merupakan Negara yang akan selalu mengembangkan dan mendukung setiap perkembangan dari pemuda. Melalui organisasi banyak pemuda yang membawa Nama Indonesia ke seluruh dunia. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia dengan berbagai suku, adat istiadat, dan lain sebagainya kebelahan dunia. Pemuda juga diharapkan mampu bersaing dengan negara yang sudah maju.
Bersaing dengan dunia global dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang memang mendapat perhatian lebih bagi masyarakat terutama pemuda. Hal ini memang menjadi suatu hal yang menarik, namun bagaimana dengan pemuda memiliki dengan nasionalisme? Apakah mereka mampu bersaing dengan dunia global? Pertanyaan ini seperti mengingatkan pemuda yang mulai pudar mencintai tanah air yaitu Indonesia. Nasionalisme yang menjadi pertanyaan bagi diri pemuda dijawab oleh sebuah organisasi pemuda yaitu AISEC.
AISEC (Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce) kini telah lahir di medan. AISEC USU yang belum lama hadir di Medan dan disahkan pada 18 November 2013, menjadi wadah bagi pemuda untuk melakukan pertukaran pelajar keberbagai negara yang di inginkan. Setiap peserta membawa nama negaranya berbagai hal, jika misalnya yang berangkat adalah suku padang maka memperkenalkan suku dan ciri khas dari padang, jika suku batak, membawa souvenir ciri khas suku batak misalnya ulos atau benda-benda lain. Banyak pemuda dari berbagai negara yang memang belum mengenal Indonesia.
Pemuda yang melakukan pertukaran mengadakan proyek dan mempersentasikan Indonesia kepada peserta yang lain. Peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan suatu kebanggaan bagi peserta menjelaskan apa yang ada di Indonesia.
“Bener-bener numbuhin nasionalisme banget. Waktu nyanyiin lagu Indonesia Raya didepan peserta exchange dan pengurus AISEC, disitu sampe netesin air mata. Sedih waktu denger peserta dari negara lain yang enggak tahu Indonesia, mereka menganggap Indonesia in bali, padahal Bali in Indonesia” ungkap salah satu peserta exchange, Stephanie, 27/4/2015.
Dengan nasionalisme dan cinta tanah air bukan suatu ketertinggalan, bahkan setiap pemuda mampu bersaing dengan negara lain.
“Mengubah pola pikir dan terus memperkenalkan Indonesia keseluruh dunia adalah langkah untuk bersaing dengan dunia global” ujarnya.
AISEC USU merekrut setiap pemuda yang ada di kota Medan ingin melakukan pertukaran pelajar keberbagai negara, namun saat ini peserta yang sudah berangkat masih pemuda / mahasiswa USU.

Jumlah kunjungan: 157 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published.