Medan – kreatifonline.com, Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi yang terkenal akan khasana budayanya. Banyak adat istiadat yang dimliki oleh Provinsi ini. Salah satu budaya yang mempengaruhinya adalah budaya Hindhu-Budha. Perkembangan budaya Hindu-Budha dapat kita jumpai di daerah Selatan Tapanuli tepatnya di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara. Dengan peninggalan sejarahnya berupa Candi. Candi ini merupakan candi peninggalan abad 11 M oleh Kerajaan Portibi. Dan dikenal oleh masyarakat dengan Nama Candi Portibi. Di dalam kompleks candi, terdapat 3 candi yang dikenal dengan candi Portibi I, Portibi II dan Portibi III. Oleh Masyarakat sekitar disebut dengan Candi Bahal. Candi ini terletak sepanjang sungai Padang Bolak di Kecamatan Portibi, Desa Bahal, Padang Lawas Utara (dahulu Tapanuli Selatan).

Banyak nilai sejarah yang terdapat di Candi tersebut. Menurut  masyarakat sekitar Manna Siregar dan Pinta Harahap, Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Portibi di tanah Batak merupakan kerajaan kuno yang sangat unik. Keunikannya terletak di berbagai segi. Keunikan itu misalnya dalam defenisi nama kerajaan tersebut; Portibi. Portibi dalam bahasa Batak artinya dunia atau bumi. Jadi bila kita artikan Kerajaan Portibi secara leterleks maka berarti kerajaan dunia.

Untuk mencapai sistus budaya ini, wisatawan dapat menggunakan bus yang dapat menghantarkan langsung ke lokasi. Jarak tempuh dari Kota Padang Sidempuan sekitar 3 jam perjalanan, dengan jarak 82 km. Dan dari kota Medan sekitar + 450 km. Situs budaya ini telah mengalami pemugaran oleh dinas terkait. Wisatawan yang datang tidak hanya dari penduduk sekitar dan ada dari mancanegara. Umumnya mereka datang untuk melakukan penelitian tentang peninggalan sejarah kerajaan ini.

Bagindo Soripada warga setempat mengatakan, “Candi bahal ini sering dikunjungi oleh wisatawan ketika masa liburan tiba. Dan yang paling ramai ketika Hari Raya Idul Fitri, pengunjung membeludak mengunjungi tempat ini”. “Namun sayang bang, jalan dari gunung tua akses jalan dari pusat kota Padang Lawas Utara ke Candi ini sangat memperihatinkan sulit untuk kita lalui” ujarrnya mengakhiri.

Sisa peninggalannya masih dapat kita jumpai di sekitar lokasi, dan telah dibawa untuk dilakukan penelitian di Museum Negeri Sumatera utara di Medan.

  

About The Author

Mehawani Rosi

Leave a Reply

Your email address will not be published.